Pre-Departure Training JENESYS, Tujuh Pemuda Jemput Kompetensi Global di Jepang

Pre-Departure Training JENESYS, Tujuh Pemuda Jemput Kompetensi Global di Jepang

Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Kemenpora, Yohan, resmi membuka kegiatan Pre-Departure Training (PDT) bagi delegasi Indonesia, peserta JENESYS 2025 ASEAN–Japan Students Conference. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ciputra, Jakarta, pada Minggu malam (10/01/2026)

Jakarta (ANTARA) — Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Kemenpora, Yohan, resmi membuka kegiatan Pre-Departure Training (PDT) bagi delegasi Indonesia, peserta JENESYS 2025 ASEAN–Japan Students Conference. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ciputra, Jakarta, pada Minggu malam (10/01/2026).

Sebanyak tujuh delegasi, empat putera dan tiga puteri, telah terpilih pada seleksi yang diselenggakan Kemenpora menjelang penghujung tahun 2025 yang lalu. Seleksi ini berdasarkan kriteria yang ditetapkan pada surat elektronik yang disampaikan pemerintah Jepang.

Tujuh pemuda hebat ini berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Jawa dan luar Jawa. Selain piawai dalam english communication yang fasih, instagram mereka juga memiliki follower ribuan orang.

Mereka akan mengikuti program JENESYS 2025 yang diselenggarakan secara luring di Tokyo pada tanggal 13–20 Januari 2026. Selama program berlangsung, para peserta akan terlibat dalam diskusi dan pertukaran gagasan dengan delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN dan Jepang. Adapun tema strategisnya mencakup Pendidikan dan Teknologi Digital, Perubahan Iklim dan Pengendalian Bencana, Startup, dan Kolaborasi Internasional. Semua tema relevan dengan esensi isu global, Sustainable Development Goals.

Selain diskusi, rangkaian kegiatan juga meliputi kunjungan kehormatan, studi lapangan, serta program homestay. Seluruh delegasi lintas negara ini akan diajak memperdalam pemahaman peserta terhadap budaya, sistem sosial, dan inovasi di Jepang.

Dalam sambutannya, Yohan berpesan agar para delegasi mampu menunjukkan performa terbaik serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan nasionalisme.

“Tunjukkan prestasi yang terbaik, bangun jejaring internasional, dan yang terpenting adalah menjaga nama baik Indonesia. Soft diplomacy harus diutamakan. Itu semua merupakan kompetensi global yang harus dijemput Anda semua. Jangan lupa, ilmu dan best practices selama PDT dan seminggu di Jepang nanti, harus menginspirasi substansi inovasi pasca program, baik di kampus maupun komunitas masing-masing sepulang dari Jepang. Post Program Innovation atau PPI merupakan kewajiban individu bagi semua pemuda yang kami berangkatkan ke manca negara”, ujar Yohan.

Ia menekankan bahwa delegasi Indonesia tidak hanya mewakili diri sendiri dan institusi asal masing-masing, tetapi juga membawa citra bangsa di forum internasional.

Kegiatan PDT yang berlangsung selama tiga hari ini berikhtiar kuat untuk membekali para delegasi. Materi PDT berkaitan dengan pengetahuan, etika, dan kesiapan mental dalam menopang daya gentar kawasan peserta dalam forum berskala dunia  tersebut. Narasumber kegiatan berasal dari internal Kemenpora dan para profesional dari dunia usaha maupun alumni program.

Adalah Gastin Gabriel Jangkuang, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, sebagai ketua delegasi Indonesia pada program JENESYS tahun ini. “Ini adalah amanah sejalan dengan upaya menempa spirit leadership”, ujarnya saat secara aklamasi diminta rekan-rekannya sebagai ketua delegasi. “Selama di Jepang saya akan berupaya mendalami isu climate change, IT, AI, medicine”, imbuh Gastin.

Delegasi lainnya, Anindita Primasanti Sugito, mahasiswa Uniersitas Gajah Mada, mengungkapkan kebanggaannya saat terpilih menjadi delegasi. “Saya asli orang Gorontalo yang kuliah di Jogja. Tak akan saya sia-siakan the golden opportunity  ini. Jepang itu negara sangat disiplin. Warganya berkarakter yang gigih. Saya ingin belajar banyak narasi ketangguhan di sana, bekal sosialisasi pasca kegiatan baik kepada kawan-kawan di kampus. Juga kelak, in syaa Allah tatkala saya ikut mewarnai karakter para pemuda di Gorontalo. Diminta atau tidak diminta”, ujarnya penuh keyakinan
Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.