Makassar Masuk 10 Nominator Penghargaan Kemendagri

id pemkot makassar, penghargaan kemendagri, hari otonomi daerah
Makassar Masuk 10 Nominator Penghargaan Kemendagri
Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memaparkan kinerja pemerintahnya di depan tim EPPD Kemendagri di Balaikota Makassar, Kamis (26/1). (ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin)
"Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada kota...
Makassar (Antara Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar masuk nominator salah satu dari 10 kota besar di Indonesia untuk meraih penghargaan Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha 2017 yang akan diserahkan oleh Presiden RI pada peringatan Hari Otonomi Daerah.

"Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada kota yang dinilai cakap mengelola pemerintahan dalam kerangka pelaksanaan otonomi daerah," ujar Ketua Tim Evaluasi Pelaksanaan Pemerintahan Daerah (EPPD) Kemendagri Gunawan di Balaikota Makassar, Kamis.

Gunawan yang juga Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri mengatakan, acuan penilaian untuk nominator penerima penghargaan itu adalah laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD).

Ia menyatakan dirinya bersama anggota Tim EPPD turun langsung menilai kesesuaian antara LPPD dengan progres capaian di lapangan.

"Ada lebih dari 700 indikator penilaian., dan tim mengevaluasi kinerja pemerintah di semua bidang seperti kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, ekonomi, transportasi termasuk inovasi," paparnya.

Dia mengungkapkan, tahun 2016, Kota Makassar hanya terjaring dalam 15 besar penilaian Tim EPPD, dan tahun ini Makassar berhasil meloncat hingga masuk nominator 10 besar.

Gunawan menyampaikan prestasi yang diraih Makassar berkat konsistensi pemerintah kota tersebut dalam menjalankan kebijakan, program, dan inovasi yang pro rakyat.

Menuru dia, capaian tersebut terukur jelas dalam data statistik selama dua tahun lebih pemerintahan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan BPS Sulawesi Selatan yang mencatat angka pertumbuhan ekonomi daerah itu terus menanjak dari tahun 2014 sebesar 7.39 persen, 2015 (7.44 persen) hingga 2016 (7.83 persen).

Keberhasilan lain juga teruji pada kemampuan Pemerintah Kota Makassar menekan laju inflasi dari tahun 2014 sebesar 8.51 persen, 2015 turun 5.18 persen, dan 2016 terjun ke angka 3.16 persen.

Begitu juga prosentase penduduk miskin di Kota Makassar relatif berkurang dari tahun 2013 sebesar 4.7 persen, kemudian menurun di 2014 (4.48 persen), dan 2015 (4.38 persen).

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cenderung meningkat dari tahun 2013 sebesar 78.98 persen, dan naik di 2014 (79.35 persen), dan 2015 (79.94 persen).

"Capaian Makassar dari tahun ke tahun terus membaik. Oleh karena itu hasil kajian EPPD dan penghargaan dari Kemendagri ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk selalu berbenah diri," ungkap Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Danny --sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto-- mengungkapkan sejak memimpin Makassar berbagai inovasi dilakukan oleh pemerintahannya, antara lain di bidang pendidikan meluncurkan "18 Perintah Revolusi Pendidikan".

Selain itu, di bidang kesehatan digalakkan program "Makassar Home Care (Dottoro`ta)", dan "Makassar Telemedicine".

Begitu jua di bidang lingkungan hidup, Danny mencetuskan program "Lorong Garden (Longgar)", dan "Bank Sampah".

Danny juga terus melakukan upaya perluasan lapangan kerja antara lain dengan merekrut tenaga kerja menjadi satuan tugas kebersihan, drainase, Satpol PP Pariwisata, dan Brigade Balakar.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga