Kamis, 29 Juni 2017

Pemkot Makassar-ITB Tandatangani MoU Air Bersih

id walikota makassar, itb, air bersih
Pemkot Makassar-ITB Tandatangani MoU Air Bersih
Rektor ITB Prof Dr Kadarsah Suryadi saat menerima Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama rombongan di ruang Rapim, Gedung CCAR ITB, Bandung, Senin (12/6). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)
Makassar (Antara Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Kadarsah Suryadi sepakat melakukan kerja sama dan menuangkannya dalam nota kesepahaman (MoU) pengadaan air bersih.

"MoU dengan ITB ini untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas air bersih kita di Makassar agar semua warga bisa memdapatkan air bersih yang dibutuhkannya," ujar Danny -- sapaan Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi dari Makassar, Senin.

Usai penandatanganan nota kesepahaman itu, wali kota mengungkapkan rasa syukur dan hormatnya terhadap ITB atas adanya kesamaan misi dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

Ia mengatakan, ITB adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Karenanya, Makassar akan mendapatkan Keuntungan dalam kerja sama tersebut.

"Bagi kota Makassar bisa melakukan hubungan kerja sama dengan ITB itu sangat penting, karena dari kerja sama ini memberikan sebuah semangat bagi pemerintah kota Makassar untuk memberi back-up pengetahuan bagi pemerintah kota atas inovasi-inovasi dan trobosan-trobosan yang hari ini sangat dituntut Masyarakat," katanya.

"Terutama mencarikan solusi strategis terhadap begitu banyak permasalahan yang ada di masyarakat. Baik yang sedang tumbuh maupun yang sudah kronis. Terutama aplikasi slolusi praktis di lapangan. Karena masyarakat sekarang ini tidak butuh teori ia butuh praktek langsung di lapangan," jelas Danny lagi.

Menurutnya, kerja sama sejalan dengan yang disampaikan Prof Kadarsah, dari 99 kelompok keahlian ITB selain pengajaran, pendidikan dan penelitian, mereka juga melakukan pendampingan masyarakat yang disebut pengelolaan teknologi tepat guna. Pendampingan ini tidak terlalu memunculkan teori, namun lebih mendorong praktek dan aplikasi lapangan.

Rektor Institut Teknologi Bandung Prof Kadarsah Suryadi juga melayangkan pujiannya kepada wali kota Moh. Ramdhan Pomanto atas apa yang dilakukannya itu.

"Saya kira Pak Wali sangat istimewa, jarang ada wali kota yang punya kepedulian tinggi terhadap penanganan sampah dan air," ucapnya.

Disebutkannya, kerja sama antara Pemkot Makassar dan ITB, tentang penyediaan air bersih dan perencanaan berbasis kelitbangan yang juga melibatkan PDAM Kota Makassar dan Lapi Indowater ITB.

Prof Kadarsah menyampaikan salah satu yang dimaksud dalam Sustainable Depelovement Goals (SDGs) adalah air. Sebuah penelitiaan menemukan jika baru 50 persen penduduk Indonesia memiliki akses air bersih. Dengan

Jadi satu langkah yang sangat strategis kata Prof Kadarsah telah dilakukan oleh wali kota yakni dengan mengembangkan dan menggarap tentang air. Karena dengang air akan berdampak pada meningkatnya IPM, yaitu kesehatan.

"Tidak ada orang tidak butuh air. Pengalaman di Luwu Banggai, ditemukan tiga penyakit yang banyak diderita, darah tinggi, diabetes, ginjal, karena air mengabdung banyak zat berkapur. Jadi kalau mau sehat, airnya dulu diselamatkan. Jadi makasih pak wali, bapak sudah membidik satu titik yang sangat strategis," tuturnya.

ITB sendiri saat ini tengah mengembangkan 99 kelompok keahlian. Rektor ITB pun dengan senang hati menyodorkan Danny Pomanto untuk dikerjasamakan.

"Jadi silakan pak wali kami punya 99 lagi kelompok keahlian yang siap berkolaborasi dengan pemerintah kota," pungkasnya.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga