Realisasi lelang DJKN Sulseltrabar hingga Juli 2023 capai Rp826 miliar
Sabtu, 19 Agustus 2023 17:18 WIB
Arsip foto. Kepala Kantor Wilayah DJKN Sulseltrabar Arif Bintarto Yuwono. ANTARA/HO/DJKN Sulseltrabar
Makassar (ANTARA) - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulseltrabar) mencatat realisasi kinerja pokok lelang hingga Juli 2024 mencapai Rp826,84 miliar atau 42 persen dari target Rp1,9 triliun.
Kepala Kantor Wilayah DJKN Sulseltrabar Arif Bintarto Yuwono di Makassar, Sabtu, mengatakan, frekuensi lelang pada 2023 ditarget 2.153 kali dan hingga Juli telah terealisasi sebanyak 1.420 frekuensi atau sekitar 65,95 persen.
"Untuk frekuensi lelang di wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara telah ditetapkan sebanyak 2.153 kali dan sampai saat ini telah tercapai 1.420 frekuensi atau sekitar 65,95 persen," ujarnya.
Arif Bintarto menyebutkan dengan frekuensi 1.420 kali lelang itu, telah tercapai pokok lelang sebesar Rp826,84 miliar dari target pokok lelang Rp1,9 triliun atau sekitar 2.153 frekuensi lelang.
Adapun nilai capaian pokok lelang Rp826,84 miliar berasal dari berbagai jenis lelang yakni, lelang melalui Pegadaian dengan pokok lelang Rp370,58 miliar, pejabat lelang kelas II Rp324,47 miliar, eksekusi Pasal 6 UUHT sebesar Rp119,51 miliar.
Kemudian lelang dari jenis barang milik negara (BMN) sebesar Rp4,21 miliar, barang milik daerah (BMD) Rp4,07 miliar, kepailitan Rp 1,73 miliar, barang rampasan Rp1,24 miliar, dan lelang lainnya sebesar Rp1,02 miliar.
Arif Bintarto menjelaskan dalam setiap pelaksanaan lelang atas tanah
dan/atau bangunan dipungut PPh senilai Rp3,03 miliar.
Selain itu, dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk lelang penghapusan BMD senilai Rp4,07 miliar.
Kontribusi untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) hingga 31 Juli 2023 sebesar Rp5,63 miliar. Serta penilaian aset BMD Pemprov Sulsel senilai Rp8,9 miliar dengan tujuan pemindahtanganan untuk 31 laporan dan pemanfaatan atau sewa BMD sebanyak empat laporan.
Sementara itu untuk penyelesaian outstanding piutang negara hingga Juli 2023 telah diselesaikan sebesar Rp29,97 miliar atau secara penyelesaian berkas piutang negara sebesar 101 berkas.
Adapun saldo outstanding piutang negara sebesar Rp176,84 miliar atau sebanyak 653 penanggung utang. Asal piutang negara berasal dari piutang Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) atau debitur dari bank dalam likuidasi maupun piutang kementerian dan lembaga.
"Untuk piutang negara ini, kami memiliki tim pengurusan piutang negara berasal dari DJKN, Kejaksaan, inspektorat daerah dan kepolisian. Untuk penanggung utang terbesar itu berasal dari kementerian/lembaga sebanyak 442 dan piutang BLBI sebanyak 211 penanggung utang," ucapnya.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Realisasi lelang DJKN Sulseltrabar Juli 2023 capai Rp826 miliar
Kepala Kantor Wilayah DJKN Sulseltrabar Arif Bintarto Yuwono di Makassar, Sabtu, mengatakan, frekuensi lelang pada 2023 ditarget 2.153 kali dan hingga Juli telah terealisasi sebanyak 1.420 frekuensi atau sekitar 65,95 persen.
"Untuk frekuensi lelang di wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara telah ditetapkan sebanyak 2.153 kali dan sampai saat ini telah tercapai 1.420 frekuensi atau sekitar 65,95 persen," ujarnya.
Arif Bintarto menyebutkan dengan frekuensi 1.420 kali lelang itu, telah tercapai pokok lelang sebesar Rp826,84 miliar dari target pokok lelang Rp1,9 triliun atau sekitar 2.153 frekuensi lelang.
Adapun nilai capaian pokok lelang Rp826,84 miliar berasal dari berbagai jenis lelang yakni, lelang melalui Pegadaian dengan pokok lelang Rp370,58 miliar, pejabat lelang kelas II Rp324,47 miliar, eksekusi Pasal 6 UUHT sebesar Rp119,51 miliar.
Kemudian lelang dari jenis barang milik negara (BMN) sebesar Rp4,21 miliar, barang milik daerah (BMD) Rp4,07 miliar, kepailitan Rp 1,73 miliar, barang rampasan Rp1,24 miliar, dan lelang lainnya sebesar Rp1,02 miliar.
Arif Bintarto menjelaskan dalam setiap pelaksanaan lelang atas tanah
dan/atau bangunan dipungut PPh senilai Rp3,03 miliar.
Selain itu, dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk lelang penghapusan BMD senilai Rp4,07 miliar.
Kontribusi untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) hingga 31 Juli 2023 sebesar Rp5,63 miliar. Serta penilaian aset BMD Pemprov Sulsel senilai Rp8,9 miliar dengan tujuan pemindahtanganan untuk 31 laporan dan pemanfaatan atau sewa BMD sebanyak empat laporan.
Sementara itu untuk penyelesaian outstanding piutang negara hingga Juli 2023 telah diselesaikan sebesar Rp29,97 miliar atau secara penyelesaian berkas piutang negara sebesar 101 berkas.
Adapun saldo outstanding piutang negara sebesar Rp176,84 miliar atau sebanyak 653 penanggung utang. Asal piutang negara berasal dari piutang Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) atau debitur dari bank dalam likuidasi maupun piutang kementerian dan lembaga.
"Untuk piutang negara ini, kami memiliki tim pengurusan piutang negara berasal dari DJKN, Kejaksaan, inspektorat daerah dan kepolisian. Untuk penanggung utang terbesar itu berasal dari kementerian/lembaga sebanyak 442 dan piutang BLBI sebanyak 211 penanggung utang," ucapnya.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Realisasi lelang DJKN Sulseltrabar Juli 2023 capai Rp826 miliar
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar jamin stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru
19 November 2025 5:40 WIB
Jelang Lebaran, Wakil Komisi VI DPR sidak pasar pastikan harga bahan pokok stabil
30 March 2025 5:24 WIB
Wali Kota Makassar : Sinergisitas daerah sekitar perkuat pasokan bahan pokok
07 March 2025 17:33 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB