Harga kebutuhan pokok di Mamuju melonjak

id Harga kebutuhan pokok,Ramadhan,Mamuju

Foto dokumentasi. Kebutuhan pokok (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat melonjak.

Dari pantauan di pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, pada Rabu, kenaikan harga kebutuhan pokok yang cukup signifikan terjadi pada komoditas telur ayam ras yang sebelumnya Rp37 ribu saat ini naik menjadi Rp45 per rak, harga ayam potong yang biasanya Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per ekor.

"Pekan lalu saya beli satu ekor ayam dengan berat sekitar 3 kilogram Rp55 ribu dan hari ini saya kembali beli di Pasar Baru Mamuju harganya sudah naik menjadi Rp60 ribu per ekor, itupun ukurannya sangat kecil, yakni hanya sekitar lebih satu kilogram," kata salah seorang warga Mamuju Salmah, Rabu.

Komoditas lainnya yang mengalami kenaikan, yakni harga cabai keriting yang biasanya Rp20 hingga Rp25 ribu naik menjadi Rp45 ribu per kilogram, cabai besar saat ini Rp50 ribu yang sebelumnya hanya berkisar Rp40 ribu per kilogram.

Sementara, berdasarkan sidak yang dilakukan Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar bersama Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar di dua pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, yakni Pasar Baru dan Pasar Lama juga menemukan adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

"Harga bahan pokok masih relatif stabil dan relatif normal. Meski ada perbedaan harga tapi sidikit dan masih bisa dijangkau masyarat pada umumnya," kata Baharudin Djafar.

Pada sidak dengan mengecek sejumlah pedagang penjual cabai, gula, tomat, tahu, tempe ikan dan ayam di dua pasar tradisional itu, Kapolda menyatakan bahwa stok kebutuhan pokok di Kabupaten Mamuju tetap tersedia.

"Sidak ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan hingga Idul Fitri," ucap Baharudin Djafar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dngan membeli kebutuhan pokok secara berlebihan, sebab stok pangan di daerah itu tetap mencukupi dalam menyambut Ramadhan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan dan terkesan menimbun pangan. Kami menjamin, pasokan pangan akan lancar hingga menjelang Idul Fitri. Kami akan menindak tegas para pelaku yang melakukan penimbunan kebutuhan pokok," tegas Baharudin Djafar.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar