Kemenag Sulbar tetapkan Pelongaan desa sadar kerukunan

id kemenag sulbar,muhdin,desa pelongaan,desa sadar kerukunan,Pekan Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa ,P3GTM X Bonsdaag se-Indonesia,mamuju tengah

Kemenag Sulbar tetapkan Pelongaan desa sadar kerukunan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin (ANTARA FOTO/Amirullah)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menetapkan Desa Pelongaan di Kabupaten Mamuju Tengah sebagai desa sadar kerukunan.

"Ada satu daerah yang kami tetapkan sebagai desa sadar kerukunan, yaitu Desa Pelongaan yang menampilkan empat rumah ibadah yang mengapit lapangan sehingga desa ini menjadi contoh desa kerukunan yang indah dengan saling memahami antara yang satu dengan yang lainnya," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulbar H Muhdin, pada Pekan Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (P3GTM) X Bonsdaag se-Indonesia, di Kabupaten Mamuju Tengah, Senin.

Penetapan Desa Pelongaan sebagai desa sadar kerukunan, lanjut Muhdin, telah mendapatkan apresiasi dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Terkait pelaksanaan P3GTM, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar itu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Obed Nego Depparinding, mantan Bupati Mamasa, yang dinilai telah banyak memberi masukan bagaimana mengolah kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama di daerah itu.

Pelaksanaan Pekan Persekutuan Pemuda Gereja Toraja-Mamasa X Bonsdaag se-Indonesia yang dilaksanakan mulai 1-7 Juli 2018 itu, mengangkat tema `Mewujudkan Dalam Kata dan Karya Mesa Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate? di Bumi Lalla Tassisara` dalam lingkup Aulawesi Barat yang "Mala`bi" atau bermartabat dan Bangsa Indonesia yang Bberbhineka Tunggal Ika untuk kemulian bagi Tuhan.

P3GTM yang pertama kali digelar di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, tahun ini, menuai rekor pada pelaksanaan serupa di tahun-tahun sebelumnya yang diikuti oleh 67 klasis (wilayah) dengan melibatkan 17.250 peserta yang akan meramaikan 16 kegiatan cabang lomba seni dan olahraga.

"Pada hari ini, 67 klasis dan 17.250 peserta dengan penampilan warna warni tentu sangat indah kelihatan, sehingga keindahan ini yang kita coba bagaimana meramu sehingga dapat membuahkan hasil yang maksimal," ujar Muhdin.

Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, kata dia, sudah meraih tiga kali juara umum, khususnya dalam lomba Mars Dharma wanita.

"Itu semua bisa diraih karena seluruh agama dilibatkan dan bersatu dalam kebersamaan. Olehnya itu mari kita bersama dalam merajut kebersamaan ini mempertahankan kerukunan tetap pada zona hijau dan meraih hasil yang sangat indah," ujar Muhdin.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar