Gubernur Sulsel sampaikan belasungkawa korban di Papua

id korban penembakan,Kelompok Kriminal Bersenjata,nduga papua,nurdin abdullah,gubernur sulsel

Aparat TNI dan Polri mengawal proses pemberangkatan keluarga korban untuk diterbangkan ke Timika di Wamena, Papua, Kamis (6/12/2018). Sebanyak delapan dari 16 jenazah korban penembakan di Nduga yang sudah ditemukan aparat gabungan TNI dan Polri dievakuasi ke Timika. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menyampaikan belasungkawa terkait para korban penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi proyek Trans Papua.

"Kami menyampaikan rasa duka yang dalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita itu," katanya usai menghadiri Penyerahan Bantuan Bus Rapid Transit (BRT) dan Bus Sekolah kepada bupati/wali kota se-Sulsel di Makassar, Kamis.

Ia berharap semua pihak lebih berhati-hati, dan nantinya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Pihaknya, tambahnya juga masih menunggu data pasti terkait jumlah dan kondisi korban saat ini. "Pemerintah Provinsi Sulsel akan hadir bersama menghadapi musibah yang menimpa saudara-saudara kita," sebutnya.

Senada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa menyampaikan data resmi terkait jumlah korban akan disampaikan Panglima Kodam XVII/ Cendrawasih dan Kapolda Papua.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban penembakan pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan dan mari kita bersama-sama mendoakan agar arwah para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata presiden dalam jumpa pers di Istana Merdeka Jakarta, Rabu siang (5/12).

Presiden mengatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Pol) Ari Dono telah berada di Papua untuk menangani kejahatan yang menewaskan belasan pekerja tersebut.

Kepala Negara memerintahkan TNI dan Polri mengejar dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut. "Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua, maupun di seluruh pelosok Tanah Air," katanya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar