Kapolda melayat ke rumah korban penembakan Papua

id korban penembakan,kelompok kriminal bersenjata,kkb,nduga papua,kapolda sulsel,umar septono

Kapolda melayat ke rumah korban penembakan Papua

Salah seorang keluarga korban penembakan di Nduga, Papua mencium foto korban yang terpasang di mobil ambulans seusai acara serah terima di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (7/12). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18).

Makassar (Antaranews Sulsel) - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Umar Septono melayat ke rumah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Makassar.

Kapolda Irjen Umar Septono saat memasuki rumah orang tua korban penembakan yakni Muhammad Fais Syaputra (29), di Jalan Takalar Raya, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu, langsung disambut oleh kerabat dari Fais.

Kapolda yang berada di tengah-tengah keluarga dan jasad korban memberikan semangat kepada kerabat yang ditinggalkannya termasuk istrinya.

"Kita berduka dan menyesalkan perilaku dari para pelaku. Urusan penembakan itu akan diurus oleh negara. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan," ujar Kapolda Sulsel itu pula.

Selain Kapolda, Wakapolda Sulsel Brigjen Adnas juga sudah lebih dahulu mengunjungi rumah Muh. Fais Syaputra dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

Muh. Faiz Syaputra satu dari 16 korban penembakan bersama warga Sulsel lainnya yang menjadi pekerja proyek Jembatan Trans Papua dikerjakan oleh PT Istaka Karya.

Adapun korban penembakan di Nduga, Papua Barat yang tiba di Lanud Hasanuddin, yakni Muhammad Agus (Gowa), Fais Syaputra (Makassar), Yusafat (Palu), Yusran (Palu), dan Aris Usi (Palu).

Sedangkan untuk jenazah tujuan Tana Toraja (Tator) Sulsel, yakni Alipanus, Carly Fattino, Agustinus, Anugerah, Dino Kondo, Danil Karre, dan Marcus Allo.

Kemudian, jenazah untuk tujuan Kalimantan Timur adalah Samuel Pakiding, dan tujuan NTT yakni Emanuel Beli Naikteas.

Dua jenazah lainnya akan dibawa ke Jakarta dengan tujuan ke Sumatera Utara, yakni Jegri Simare Mare dan Efrandi Hutagaol. Jumlah total sebanyak 16 peti jenazah.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar