Kopel sebut legislator malas tidak usah dipilih

id kopel,Komite Pemantau Legislatif,Calon Legislatif,Direktur Kopel Sulawesi, Musaddaq,pemilu 2019

Direktur Kopel Sulawesi, Musaddaq (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi menyebut legislator malas ikut rapat dan maju kembali menjadi Calon Legislatif (Caleg) tidak usah dipilih pada Pemilihan Umum Legislatif 17 April 2019.

"Sebaiknya Badan Kehormatan DPRD Sulsel membuka secara transparan nama-nama yang malas mengikuti rapat-rapat termasuk rapat paripurna, agar publik tahu kinerja mereka dan tidak memilihnya kembali nanti saat pemilihan," ujar Direktur Kopel Sulawesi, Musaddaq di Makassar, Selasa.

Menurut dia, momentum diakhir tahun 2018 sangat tepat untuk mengevaluasi anggota DPRD Sulsel yang malas ikut rapat. Badan Kehormatan (BK) mesti mempublikasikan secara utuh siapa saja yang malas mengikuti rapat dan alat kelengkapan dewan lainnya.

Padahal, mereka digaji untuk menjalankan aspirasi rakyat melalui rapat-rapatnya dalam hal pembentukan Peraturan Daerah mengawasi dan mengontrol pemerintah serta memberikan anggaran atau budgeting kepada pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.

Selain itu, bagi legislator yang malas mengikuti rapat tentu menjadi preseden buruk dan titik awal mengkorupsi waktu sehingga dinilai mengabaikan tugas dan fungsinya sebagai perwakilan rakyat telah dimandatkan kepadanya.

"Tentunya ini bisa menjadi citra buruk bagi mereka. Saya kira pekerjaan rumah yang cukup berat agar dapat mengembalikan marwah DPRD sebagai institusi terhormat. Bila itu dibiarkan masyarakat tidak akan percaya lagi dewan sebagai keterwakilan mereka," tambahnya.

Berdasarkan data peroleh nama-nama anggota DPRD Sulsel yang rendah tingkat kehadirannya mengikuti rapat paripurna sepanjang tahun 2018 yakni dua Wakil Ketua DPRD Sulsel masing-masing Ashabul Kahfi (PAN) dan Syaharuddin Alrif (NasDem).

Sedangkan dari Fraksi Golkar yakni Sofyan Syam, Andi Zunnun Halid, dan Armin Mustamin Toputiri. Selanjutnya, Fraksi Demokrat adalah Ina Nursyamsina Aroepala, Syahrir serta Andi Irwan Patawari.

Kemudian Fraksi Gerindra masing-masing Rusdin Tabi, Erna Amin dan Anas Hasan. Fraksi PAN yaitu Syamsuddin Karlos, Husmaruddin serta Andi Jamaluddin Jafar.

Selanjutnya, Fraksi NasDem yakni Desi Susanti Sutomo, Pendi Bangadatu, dan Arum Spink. Fraksi PPP yaitu Abd Hafid Pasiangan, Asrul Makkaraus dan Syahrir Langko.

Fraksi PKS yaitu Baso Syamsu Rizal, Taslim Tamang dan Ariady Arsal Fraksi Hanura seperti Ali Usman dan Wahyuddin. Fraksi PDI Perjuangan adalah Abdullah Tappareng, Sarce Bandaso, Dan Pongtasik. Fraksi Ummat Bersatu yakni Hengky Yasin (PKB), Suzanna Kaharuddin (PKPI), dan Jumardi Haruna (PBB).
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar