Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Benda bersejarah yang ditemukan di beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sebaiknya disimpan di Museum Mandar.
Demikian dikatakan budayawan Mandar (Polman), Tammalele, di Polman, Senin.
Menurutnya, penyimpanan benda bersejarah ini dimaksudkan agar memudahkan warga, khususnya kalangan pemuda dan pelajar untuk mengunjungi dan melihat benda-benda peninggalan nenek moyang orang Mandar.
"Akan jauh lebih bermanfaat jika temuan benda-benda kuno tersebut dapat dimuseumkan, sehingga dapat dinikmati oleh anak-cucu kita nanti," ujarnya.
Menurut dia, benda bersejarah tersebut merupakan salah satu warisan arkeolog daerah Provinsi Sulawesi Barat, sehinga sangat tepat jika disimpan di Museum Sulbar agar dapat dengan mudah diakses oleh warga Sulbar.
"Museum Mandar yang terletak di Kabupaten Majene sangat kondusif sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah yang berasal dari Sulbar," imbuhnya.
Ia mengatakan, bangunan Museum Mandar tersebut juga termasuk benda peninggalan sejarah, di mana bangunan ini merupakan bekas rumah sakit lama yang merupakan gedung peninggalan Belanda.
Beberapa waktu lalu, ditemukan puluhan benda kuno di Desa Rea, Kecamatan Binuang, dan menarik perhatian berbagi kalangan, termasuk para budayawan Mandar.
Ia menyatakan keinginannya untuk bisa memuseumkan benda-benda kuno dari Desa Rea tersebut di Museum Mandar.
Berkaitan dengan temuan tersebut, ia mengatakan, terdapat tiga opsi yang bisa menjadi pilihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman bila nantinya setuju menyimpan benda sejarah itu di Museum Mandar, yaitu, melalui hibah, peminjaman serta pembelian.
"Sewaktu-waktu Pemkab Polman dapat mengambil kembali benda kuno tersebut apabila Pemkab Polman setuju meminjamkan temuan tersebut ke Museum Mandar," ujarnya.
(T.PSO-103/S016)

