Petugas Rutan Mamuju diminta tidak arogan kepada warga binaan

id harun sulianto,kepala kanwil kemenkum ham sulbar,petugas rumah mamuju,tidak arogan

Petugas Rutan Mamuju diminta tidak arogan kepada warga binaan

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sulbar Harun Sulianto (istimewa)

Ingat tugas kita membina warga binaan dengan baik, agar mereka menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidananya. Keberadaan Kanwil Kumham di Sulbar ini harus memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi masyarakat
Mamuju (ANTARA) - Petugas Rutan Mamuju diminta tidak bersikap arogan dan memperlakukan warga binaan secara manusiawi.

Penegasan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sulbar Harun Sulianto, saat memberikan pengarahan kepada para petugas Rutan  Mamuju, Sabtu.

"Ingat tugas kita membina warga binaan dengan baik, agar mereka menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidananya. Keberadaan Kanwil Kumham di Sulbar ini harus memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Harun yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehab, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Kemanan Sugandi.

Ia juga mengingatkan jajarannya untuk memenuhi hak warga binaan seperti makan dan minum, remisi, pembebasan bersyarat agar dilaksanakan sesuai aturan, tepat waktu, tanpa pungli serta mencegah peredaran gelap narkotika dan menertibkan penggunaan telepon ganggam ilegal.

Kepala Kanwil Hukum dan HAM itu juga meminta petugas untuk disiplin, mengedepankan komunikasi yang berbasis HAM kepada warga binaan dan masyarakat.

Terkait revitalisasi pemasyarakatan, Harun meminta agar ditingkatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian.

"Lakukan assesmen untuk menilai prilaku warga binaan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerjasama Rutan dengan Poltekkes Negeri Mamuju dalam pelayanan kesehatan .

Pada kegiatan itu, juga dihadiri Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Mamuju Idham, Kepala Rupbasan Mamuju Taufi dan para pejabat Rutan dan Lapas Perempuan Mamuju.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar