BNNP Sulsel kejar anggota jaringan narkoba internasional

id BNN Sulsel Kejar Jaringan Narkoba Internasional,bnnp sulsel,idrsi kadir,Balai Rehabilitasi BNN ,baddoka

BNNP Sulsel kejar anggota  jaringan narkoba internasional

Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Idris Kadir saat rilis TPPU Narkoba di Balai Rehabilitasi BNN di Baddoka, Makassar, Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin

"Jaringannya yang di Kalimantan Utara sudah ditangkap juga. Kalau HAS memang bandar dan banyak kaki tangannya. Pokoknya kami kejar semuanya," katanya.
Makassar (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan terus mengejar komplotan dari para pelaku tindak pidana narkoba jaringan internasional yang banyak merusak warga dari berbagai kalangan usia.

"Pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Sulsel ini kan berkat kerja keras anggota. Jaringan kelompok internasional ini banyak dan kita akan kejar terus," ujar Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Idris Kadir di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan tersangka berinisial HAS dan SU adalah salah satu kelompok besar pemasok narkoba jenis sabu-sabu di Sulsel melalui pintu masuk perairan di daerahnya Kabupaten Sidrap.

Tersangka HAS yang merupakan bandar besar ini punya kekayaan dan pabrik besar di daerahnya di Sidrap, yang diduga kekayaannya hasil dari kejahatan.

Tersangka HAS dalam menjalankan bisnis haramnya itu banyak dibantu oleh kaki tangannya yakni SU yang juga punya banyak aset karena mendapat untung dari bisnis narkoba internasional tersebut.

"Jaringannya yang di Kalimantan Utara sudah ditangkap juga. Kalau HAS memang bandar dan banyak kaki tangannya. Pokoknya kami kejar semuanya," katanya.

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dibantu BNN Provinsi Sulawesi Selatan serta kepolisian setempat berhasil mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkoba dengan tersangka HAS.

"Kalau kami di BNN pusat itu, TPPU narkoba yang ditangani bukan yang pertama, berbeda kalau di BNNP Sulsel ini yang pertama kalinya," ujar Direktur TPPU BNN Brigjen Pol Bahagia Dachi di Kantor Rehabilitasi BNN Sulsel.

Ia mengatakan dari total Rp16 miliar aset yang disita itu di antaranya satu bidang tanah senilai Rp2 miliar, pabrik rak telur senilai Rp3 miliar, belasan bidang tanah dengan harga ratusan juta rupiah, delapan unit mobil mewah serta uang tunai Rp2,041 miliar.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar