Kemendag tengarai Eropa susun strategi serang produk sawit RI

id Tuduhan Uni Eropa soal minyak sawit

Ilustrasi - Petugas menunjukkan sampel bahan bakar minyak (BBM) B-20, B-30, dan B-100 di Jakarta, Selasa (26/2/2019). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, bahwa Indonesia dapat menggunakan campuran dari bahan nabati seperti minyak sawit dalam solar hingga 100 persen atau biodiesel 100 (B-100) pada tiga tahun mendatang. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan menengarai bahwa Uni Eropa menyusun strategi jitu untuk menyerang produk biodiesel asal Indonesia secara terstruktur, sistematis, dan masif.

"Intinya adalah mereka tidak mau minyak nabati mereka yang dihasilkan di Eropa itu tersaingi oleh minyak nabati dari Asia atau negara tropis," kata Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, hal itu dikarenakan minyak sawit dinilai sangat efektif dari segala parameter jika dibandingkan dengan minyak bunga matahari atau kedelai,

Oleh karena itu, lanjut Pradnya, produk sawit Indonesia termasuk biodiesel digempur dengan berbagai instrumen yang semuanya dinilai legal oleh World Trade Organisation (WTO).

"REDD (Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation) atau penurunan Emisi dari deforestasi dan pengrusakan hutan, pernah digempur dari aspek kesehatan, itu selesai pindah ke dumping. Dumping selesai, pindah ke subsidi," tegas Pradnya.

Saat dituduh melakukan deforestasi, Indonesia bahkan dituduh melanggar hak-hak orang utan.

"Jadi, semua yang bisa diangkat oleh mereka itu diangkat hanya untuk menjaga agar palm oil tidak membanjiri negara mereka," tukas Pradnya.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar