Kemensos minta pengungsi Nduga didata untuk permudah penyaluran bantuan

id Pengungsi konflik Nduga

Kemensos minta pengungsi Nduga didata untuk permudah penyaluran bantuan

Anak-anak Nduga yang trauma akibat kontak senjata dan mengungsi di Jayawijaya, Papua. (ANTARA Papua/Marius Frisson Yewun)

Jayapura (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga mendata pengungsi korban konflik Nduga sehingga diperoleh data akurat agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.

"Kita belum dapatkan informasi yang riil tentang jumlah pengungsi baik di Wamena, apalagi di Jayawijaya, Mimika, Timika, Lanny Jaya yang diperkirakan ada pengungsi. Tanpa itu bantuan akan sulit didistribusikan," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jayapura, Selasa.

Maka peran Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nduga sangat penting untuk mendata kembali warganya berada dimana saat ini.



Selain masalah data yang belum valid, pendistribusian bantuan juga terkendala keterbatasan sarana transportasi maupun personil. Sedangkan bantuan dari Kemensos senilai Rp3,68 miliar sudah berada seluruhnya di gudang logistik dinsos setempat.

Karena itu, ia meminta agar bantuan segera didistribusikan dan tidak menumpuk di gudang dinsos setempat karena informasi yang didapatkan pengungsi berada dalam kondisi serba kekurangan dan keterbatasan serta tidak tinggal ditempat yang layak.

"Kalau pun di honai tidak layak mungkin hanya untuk 7 hingga 10 orang, kalau sekarang ada yang 20 hingga 30 orang. Itu saya kira tidak layak. Apakah nanti dibangun honai baru atau transit sementara sampai mereka kembali ke daerah asal," jelas dia.



Kemensos juga akan memetakan sebaran pengungsi sehingga mempermudah penyaluran bantuan. Misalnya bantuan akan dibawa ke titik transit, maka pengungsi yang ada di sekitar titik transit tersebut akan datang mengambil bantuan.

Usulan lainnya adalah dengan menyalurkan bantuan melalui gereja khususnya untuk pengungsi di Wamena.

Sebelumnya Sekda Kabupaten Nduga, Namia Gwijangge memprakirakan ada sekitar 39 ribu warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara aparat TNI polri dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egainus Kogoya di Distrik Yal Kabupaten Nduga pada 26 Februari 2019.

Para pengungsi tersebut tersebar antara lain di Wamena, Kenyam, Timika, dan ada juga di hutan-hutan.

"Dari 39 ribu itu saya sudah perintahkan untuk didata secara valid, nanti kami akan melengkapi data itu agar bantuan betul-betul tersalurkan," kata Namia Gwijangge.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar