PLN UIW Sulselrabar deklarasikan pengurangan sampah kantor

id PLN UIW Sulselrabar,Sampah kantor,STIEM bungaya

PLN UIW Sulselrabar deklarasikan pengurangan sampah kantor

Pihak PLN UIW Sulselrabar bersama pihak Kampus STIEM Bongaya Makassar pada deklarasi pengurangan sampah di lingkungan kantor saat menghadiri seminar "Zero Waste" di STIEM Bongaya, Makassar, Selasa. ANTARA Foto/HO/Humas PLN

Makassar (ANTARA) - Pihak PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar mendeklarasikan pengurangan sampah di lingkungan kantor saat menghadiri seminar "Zero Waste" di STIEM Bongaya, Makassar. 

Seminar “Zero Waste” yang digelar Mapala STIEM Bongaya di lingkungan kampus, Selasa, bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup.

Hal ini sejalan dengan komitmen PLN dalam menjaga serta melestarikan lingkungan khususnya dalam pengurangan sampah di lingkungan kantor.

"Program pengurangan sampah sudah dicanangkan oleh PLN sejak akhir tahun lalu dan mulai efektif sejak tahun 2019," ungkap Assisten Manager Stakeholder Management PLN UIW Sulselrabar, Agus Salim.

Komitmen ini dilakukan PLN dengan diwajibkannya penggunaan wadah non plastik dalam tiap-tiap aktifitas kerja, misalnya dalam kegiatan rapat hingga seminar dengan penyediaan tempat sampah berdasarkan fungsinya (organik, anorganik) di lingkungan kantor.

"Sekarang sudah tidak ada lagi wadah plastik yang digunakan oleh pegawai dalam ruang kerja maupun rapat dan lain-lain, semua kita ganti dengan tumbler. Saya berharap ini dapat menjadi pendorong dan penyemangat bagi seluruh perusahaan dan instansi pendidikan lainnya dimanapun berada untuk terus berkomitmen mengurangi dampak buruk sampah plastik," ungkap Agus. 

Agus mengemukakan senang menggunakan tumbler sebagai wadah tempat air minum. Menurutnya, selain simple, tumbler juga turut andil dalam upaya melestarikan lingkungan hidup dengan cara mengurangi sampah di hadapan mahasiswa. 

Dalam seminar itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Eli Hasmin, SE, MM mengimbau pentingnya pengelolaan sampah sedini mungkin agar ke depannya sampah tidak menjadi masalah yang luar biasa. 

“Sampah itu memang bukan masalah kita saja, tetapi kita semua. Untuk itu marilah kita kelola dengan baik,” tutur Hasmin  

Lebih lanjut dijelaskannya sampah kini menjadi momok limbah yang cukup memprihatinkan. Menurut catatan Assosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik, Indonesia masuk dalam urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah terbesar di dunia.

Dalam setahun Indonesia menghasilkan sampah sebesar 65,8 juta ton per tahun. Sementara untuk sampah plastik saja sekitar 7,2 juta ton per tahun, dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

"Dapat dibayangkan jika kondisi ini terus berlangsung dan kita tidak peduli maka akan semakin banyak limbah plastik yang dihasilkan. Untuk itu dibutuhkan gebrakan yang dimulai dari diri kita sendiri" tutupnya.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar