Harga cabai di Majene melonjak

id majene,harga cabai, melonjak jelang idul adha

Harga cabai di Majene melonjak

Bupati Majene Fahmi Massiara saat melakukan sidak stok dan harga kebutuhan pokok khususnya cabai menjelang Idul Adha di Pasar Sentral Majene, Jumat (9/8). (Foto Humas Pemkab Majene)

Mamuju (ANTARA) - Harga cabai khususnya cabai merah dan keriting di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada H-2 atau dua hari sebelum Idul Adha, mengalami lonjakan yang cukup signifikan, yakni hingga 100 persen.

"Memang, kami temukan harga cabai merah dan cabai merah keriting yang masih tinggi. Tapi hal ini akan diantisipasi melalui pasar murah," kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene Fahmi Massiara, saat melakukan sidak di Pasar Sentral Majene, Jumat.

Pada sidak itu, TPID mendapati harga cabai yang biasanya dijual Rp45.000 hingga Rp50,000/kilogram, kini menjadi Rp78.000 hingga Rp100. 000 per kilogram.

"Kami telah melakukan langkah antisipasi dengan menggelar pasar murah yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Majene bersama Perum Bulog Subdivre Polewali Mandar," ujar Fahmi yang juga Bupati Majene itu.

Pada pasar murah itu, lanjut dia Perum Bulog menyiapkan 100 kilogram cabai dengan harga jual Rp75.000 per kilogram.

Pada pasar murah itu juga dijual minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, beras merah, beras hitam, susu serta beras premium.

"TPID berterima kasih atas peran aktif dari Bulog yang telah memfasilitasi intervensi cabai besar dan cabai kriting yang kita ketahui bersama akhir-akhir ini mengalami lonjakan harga," tambahnya.

Sementara Kepala Bulog subdivere Polewali Mandar, Hastuti mengatakan pasar murah yang diselenggarakan hari ini merupakan upaya untuk mendekatkan pangan ke masyarakat sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan yang sehat, higienis dan terjangkau.

"Semoga upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah ini dapat menekan angka inflasi khususnya di Kabupaten Majene," ujar dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, Hasdinar Asri mengatakan lonjakan harga cabai itu disebabkan berkurangnya stok di daerah penghasil seperti Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan akibat musim kemarau.

"Stok cabai merah besar berkurang akibat musim kemarau. Para pedagang harus menunggu penyalur dari Makassar sementara daerah penghasil lainnya seperti Enrekang tidak menyuplai sama sekali. Akibatnya, penyalur dari Makassar mematok harga yang tinggi," jelas dia.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar