Prabowo Wulantoro antarkan Perpusdes Balecatur juara nasional

id Perpusdes Balecatur,Sleman

Ketua Perpusdes Balecatur, Gamping Prabowo Wulantoro, bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Ayu Laksmidewi dan Kepala Desa Balecatur Sebrat saat menerima penghargaan sebagai Juara I Perpusdes Nasional (foto Istimewa)

Sleman (ANTARA) -
Perpustakaan Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sukses meraih prestasi sebagai perpustakaan desa terbaik nasional dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa tingkat Nasional 2019 yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca.

Prestasi tersebut tidak lepas dari tangan sosok Prabowo Wulantoro yang merupakan Ketua Perpustakaan Desa (Perpusdes) Balecatur, Gamping, Sleman.

Di tangan Prabowo Wulantoro yang memiliki harapan dapat turut mencerdaskan anak bangsa melalui buku bacaan, Perpusdes Balecatur terus dikembangkan dan dikelola hingga maju dan berprestasi.

Setelah melalui beberapa tahapan pembinaan perpustakaan, yaitu Rintisan Desa Gemar Membaca (RDGM) pada 2016, Perpusdes Balecatur kemudian memperoleh Akreditasi Perpustakaan dengan nilai A pada 2018, serta memenangi Lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten Sleman dan Propinsi DIY.

Puncaknya Perpustakaan Desa Balecatur yang berdiri pada 2011 dan diresmikan Kepala Desa Balecatur Sebrat Haryanti 22 Agustus 2011, dengan SK Pendirian Nomor : 14/KEP.Kades/BLC/2011, berhasil meraih juara I lomba perpustakaan desa tingkat Nasional.

Piagam Penghargaan diserahkan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Deni Kurniadi didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi dan Kades Balecatur Sebrat.

Kejuaraan ini diraih setelah Perpustakaan Nasional RI menggelar final Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2019 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta pada 14 hingga 16 Agustus 2019.

Lomba Perpustakaan Desa tingkat nasional ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang sudah dilaksanakan seleksi di tingkat kabupaten/kota, penentuan pemenang tingkat provinsi, pengiriman berkas ke tingkat nasional, penyeleksian berkas, hingga visitasi lapangan oleh para juri.

Dijelaskan lebih lanjut ajang kompetisi tahunan ini dilaksanakan untuk mengukur kinerja perpustakaan umum di desa dan kelurahan. Pada tahap final, sebanyak 18 perpustakaan desa/kelurahan yang mewakili provinsi masing-masing bersaing untuk menjadi yang terbaik dari tiga klaster, yakni Klaster A, B, dan C. Di mana Perpustakaan Desa Balecatur masuk pada kategori Klaster A.

Kepala Perpustakaan Desa Balecatur Prabowo Wulantoro mengatakan visi Perpustakaan Desa Sumber Ilmu Balecatur Gamping Sleman adalah "Maju bersama Perpustakaan Sumber Ilmu mewujudkan masyarakat Desa Balecatur yang cerdas dan berkualitas".

"Perpustakaan desa memiliki peran yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat desa di sekitar perpustakaan dan masyarakat luas pada umumnya," katanya.

Menurut dia, menggerakkan kegiatan gemar membaca terutama untuk anak-anak di zaman yang serba elektronik seperti saat ini menjadi sangat penting dan diharapkan minat baca buku di kalangan anak-anak tetap terpelihara.

Perpustakaan Desa Balecatur dengan motto "Maju Desaku bersama Sumber Ilmu" senantiasa melayani masyarakat dengan penuh semangat baru dan harapan baru agar Perpustakaan Desa dapat memberikan pelayanan yang nyaman dan baik untuk masyarakat wilayah Desa Balecatur, khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Perpusdes Balecatur memiliki beberapa layanan yang yang cukup menarik dan dapat dijadikan sebagai unggulan dibandingkan perpustakaan lainnya di wilayah Daerah Istimewa Yogjakarta, yaitu, Layanan Perpustakaan Keliling, Layanan Pojok Baca, Ruang Home Theater dan Audio Visual, Ruang Baca Anak, Sekolah Kamis, dan Sekolah Seni Budaya. Untuk mengunjungi Perpus Desa Balacatur secara online telah dibuka di https://www.perpusnas.go.id/news (Ang).

Sebelumnya Staf Khusus Pimpinan Perpustakaan Nasional, Supriyanto dalam kunjungannya sebagai Dewan Juri Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan tingkat Nasional tahun 2019 di Balai Desa Balecatur, beberapa waktu lalu menyebutkan Perpustakaan Desa Balecatur  masuk dalam kategori Klaster A tingkat Nasional.

Predikat kategori Klaster A tersebut diberikan kepada enam perpustakaan desa/kelurahan di Indonesia yang salah satunya adalah Perpustakaan Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungan itu, terdapat dua komponen yang menjadi perhatian dalam penilaian, yaitu pertama, komponen kelompok dasar pengembangan, antara lain memiliki gedung, memiliki koleksi buku, memiliki tenaga atau sumber daya manusia (SDM), terdapat pelayanan, terdapat pengunjung, dan memiiliki anggaran.

"Dan yang tidak kalah penting, yaitu komponen kedua punya kelompok inovasi dan penguatan. Nah di dalam kelompok inovasi penguatan ini antara lain yang pertama inovasi tetapi berdampak," katanya.

Inovasi penguatan ini diartikan sebagai inovasi terkait literasi yang dapat berdampak, seperti membaca yang memiliki dampak bagi pembaca tidak hanya menjadi tahu saja, akan tetapi juga memiiki banyak wawasan dan dapat berdampak langsung saat diimplementasikan.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan di Kabupaten Sleman selain ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada para pelajar dan mahasiswa, juga memberikan pelayanan bagi masyarakat umum dan anak-anak.

"Pelayanan bagi anak-anak tersebut sangat penting dalam membangkitkan minat baca untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat," katanya.

Sedangkan jumlah pengunjung perpustakaan dan peminjaman koleksi perpustakaan di Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Perkembangan positif tersebut tampak dalam jumlah pengunjung perpustakaan pada tahun 2018 meningkat sebesar 0,37 persen yaitu dari 626.674 orang pada tahun 2017, menajdi 628.964 pada tahun 2018.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri mengatakan sosialisasi pengembangan perpustakaan dan gerakan gemar membaca ini merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Ayu menuturkan bahwa di Kabupaten Sleman menurut hasil kajian yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, pada usia produktif dari 15 hingga 60 tahun menunjukkan bahwa tingkat minat bacanya berada di 0,51 persen yang artinya masih perlu kerja keras untuk bisa terus meningkatkan minat dan budaya baca di Sleman.
Suasana ruangan Perpusdes Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman (foto Istimewa)
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar