Peringatan Maulid Nabi Muhammad dimeriahkan telur warna-warni

id Peringatan maulid Nabi Muhammad, telur warna-warni,Kabupaten Maros

Peringatan Maulid Nabi Muhammad dimeriahkan telur warna-warni

Suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ittihad, Kabupaten Maros, Sulsel (9/11/2019). ANTARA/Suriani Mappong

Telur warna-warni ini sudah merupakan tradisi Bugis Makassar yang selalu memeriahkan peringatan Maulid Nabi yang dirayakan di masjid dengan doa dan dzikir bersama
Makassar (ANTARA) - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan masyarakat Bugis Makassar di Sulawesi Selatan dimeriahkan dengan telur warna-warni.

"Telur warna-warni ini sudah merupakan tradisi Bugis Makassar yang selalu memeriahkan peringatan Maulid Nabi yang dirayakan di masjid dengan doa dan dzikir bersama," kata Panitia Masjid Nurul Ittihad, Ardhi di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulsel.

Menurut dia, pada peringatan Maulid ini setiap rumah tangga membawa ember yang berisikan aneka menu masakan yang melengkapi nasi atau beras ketan yang sudah dikukus. Selain itu, pada bagian atasnya biasanya dihiasi dengan aneka cemilan dan telur warna-warni.

Warga Kecamatan Lau, Muliati mengatakan, rata-rata setiap keluarga membawa dua ember dan yang dikembalikan itu satu ember. Sedang satu embernya lagi dibagikan pada warga yang kurang mampu ataupun yang datang berdzikir di masjid.

"Jadi ada nilai sosial di dalam perayaan peringatan maulid ini, mengajak kita untuk saling berbagi," terangnya.

Hal senada dikemukakan warga lain di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros Subaedah.

Dia mengatakan, jauh-jauh hari sebelumnya sudah menyisihkan uang belanja dapur untuk persiapan membeli bahan-bahan kebutuhan peringatan Maulid.

"Alhamdulillah, ini tidak memberatkan dan kami dengan senang hati berbagi dan bershalawat dan doa bersama," katanya.
Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW denga  doa dan dzikir bersama di Masjid Nurul Ittihad, Kabupaten Maros, Sulsel (9/11/2019). ANTARA/Suriani Mappong
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar