Balitsereal Siap Gunakan Teknologi Marka Molekuler SNP

id balitseral sulsel, marcia bunga pabendon, teknologi marka molekuler

Makassar (ANTARA News) - Balai Penelitian Tanaman Serealia siap menggunakan teknologi marka molekuler Single Nucleotyde Polimorphisms untuk mendeteksi karakteristik tanaman.

Peneliti Balitsereal, Marcia Bunga Pabendon, di Makassar, Selasa, mengatakan, teknologi marka molekuler SNP ini memiliki keunggulan dapat mendeteksi keragaman karakteristik semua jenis tanaman.

"Hanya saja, sesuai dengan petunjuk, Balitsereal menggunakan teknologi ini untuk mendeteksi karkateristik tanaman-tanaman serealia, seperti jagung, gandum, dan sorgum," terangnya.

Penggunaan teknologi marka molekuler SNP ini dalam rangka perakitan dan peningkatan varietas unggul gandum, jagung dan sorgum, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Keunggulan lain yang dapat diperoleh dengan menggunakan teknologi terbaru ini adalah dapat memperoleh informasi data mengenai karakteristik tanaman serealia dalam waktu yang relatif lebih cepat, biaya murah dan tenaga yang lebih efisien.

"Berbeda halnya jika menggunakan cara-cara konvensional untuk mencari data mengenai karakteristik tanaman yang membutuhkan waktu lebih lama," ucapnya.

Untuk itulah, lanjutnya, keberadaan teknologi marka molekuler SNP merupakan alat bantu untuk mengetahui potensi genetik secara cepat, seperti informasi jarak genetik antargalur tanaman.

Teknologi yang didatangkan dari Singapura tersebut saat ini sedang dalam tahap pembenahan oleh teknisi dari Singapura dan selanjutnya akan dilakukan training bagi tenaga pengoperasian.

"Sebelumnya, Balitsereal juga telah memiliki teknologi marka molekuler untuk melakukan penelitian karakterisasi molekuler berbasis marka Simple Sequence Repeat (SSR) untuk tanaman gandum," tuturnya.

Ia menambahkan, teknologi ini pun langsung ditinjau oleh sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, sekaligus untuk menanyakan prospek peningkatan tanaman serealia dengan teknologi terbaru ini. 
(T.KR-AAT/S019) 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar