Makassar, Sulsel (ANTARA News) - Perusahaan pengolahan kayu terpadu PT Maruki International Indonesia (MII) dinilai telah turut mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
"Dari pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai angka di atas delapan persen, Maruki mempunyai andil di dalamnya," kata Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo dalam pesan tertulis disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Ir Herry Iskandar pada penyerahan beasiswa tahap ke 13 Maruki Makassar Foundation (MMF) di Makassar, Rabu.
Beasiswa yang diserahkan pemilik Maruki Grup Kobayashi Daisuke dan Ketua Yayasan MMF Prof Dr HM Nurdin Abdullah tersebut untuk 375 orang, terdiri dari murid SD (255), SMP (91) dan SMA (29) termasuk anak cacat dan anak panti asuhan.
Menurut Gubernur, peningkatan ekonomi Sulsel tidak serta merta diraih begitu saja, tetapi berkat dukungan berbagai pihak, terutama dunia usaha dan masyarakat Sulsel. Karena itu, ia berharap, jajaran Maruki dapat menjaga dan memelihara perusahaan dengan baik agar ke depan perusahaan akan lebih maju dan menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi, tuturnya.
Herry Iskandar juga memuji manajemen MII bersama yayasannya yang memiliki pandangan jauh ke depan. "Saat orang belum musim memberi beasiswa kepada anak didik, Maruki sudah mulai. Demikian pula dengan upaya peningkatan minat baca. Maruki sudah membuat pojok baca di perusahaannya," urainya.
Pandangan jauh ke depan memberi perhatian terhadap dunia pendidikan ini tetu saja tidak terlepas pada jasa Prof Dr Ir Fachruddin, mantan Rektor Unhas yang juga salah satu pendiri MMF, tambah Herry yang mengaku kehadirannya merasa bernostalgia sebab ketika menjabat Wakil Walikota Makassar, juga pernah penyerahkan beasiswa yang sama.
Selain memberi dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel, Maruki juga mendukung pendidikan gratis di daerah ini. Karena itu, Gubernur memberi apresiasi dan menyatakan terima kasih atas upaya yang dilakukan perusahaan yang mengekspor kayu (Butsudan) ke Jepang ini.
Menurut Herry Iskandar, untuk program pendidikan gratis di Sulsel, Pemprov menyiapkan Rp28 miliar. Soal nama yang selama ini digunakan, ia berharap tak perlu diperdebatkan. "Yang jelas, kita ingin pendidikan di Sulsel berjalan baik," ujarnya.
Ia kemudian mengutip pernyataan mantan Sekjen OPEC Subroto yang mengatakan, andai waktu bisa diputar ke tahun 1970-an saat minyak menjadi primadona, maka ia menyarankan kepada pemerintah untuk memberi prioritas terhadap dunia pendidikan. Karena itulah, bapak Gubernur sangat menghargai kehadiran Maruki di Sulsel, urainya.
Pemilik Maruki Grup Kobayashi Dauke mengakui sangat senang masih dapat berbagi dengan anak didik di daerah ini. Beasiswa tahap ke-13 ini merupakan hasil kerja keras jajaran perusahaan.
"Kita semua tahu, bencana yang melanda Jepang beberapa waktu lalu banyak menelan korban. Bahkan hingga sekarang masih banyak keluarga yang bersedih karena keluarganya yang meninggal. Kondisi tersebut terkait dengan perusahaan ini karena kita memproduksi Butsudan. Dan, kita telah menyumbang kepada keluarga yang tertimpa bencana itu," tambahnya.
Kobayashi Dauke mengajak jajaran Maruki Makassar untuk berbangga karena dapat membantu korban bencana zunami di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, anak SD, SMP dan SMA wajib menuntut ilmu.
Di Indonesia juga banyak anak-anak yang mau belajar tapi tidak mampu secara ekonomi. Karena itu, ia berharap, penerima beasiswa memiliki impian dan cita-cita agar tetap belajar dan berprestasi. "Kalau sudah besar, sudah berhasil dan masih ada perusahaan ini, tolong lihat perkembangan Maruki," pintanya.
Presiden Komisaris PT MII yang juga Ketua Yayasan Maruki Foundation Prof Dr HM Nurdin Abdullah mengemukakan komitmen perusahaan untuk membantu pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sulsel.
"Sejak awal perusahaan ini dibangun dalam kondisi krisis ekonomi, komitmen salah satu pendiri MMF Prof Dr Ir Fachruddin terhadap pengembangan SDM di Indonesia sudah dilakukan. Kami hanya melanjutkan," ujarnya.
PT Maruki International Indonesia, lanjut Nurdin Abdullah yang juga Bupati Bantaeng, sangat mendukung program unggulan Gubernur Sulsel dalam bentuk pendidikan gratis.
Hal itu merupakan wujud komitmen Gubernur H Syahrul Yasin Limpo dan Wakilnya H Agus Arifin Nu'mang untuk mendorong peningkatan kemampuan SDM di Sulsel, ujarnya.
Meski begitu, tentu saja tidak bisa dilakukan tanpa dukungan seluruh jajaran perusahaan, tandasnya. Tentang bantuan terhadap korban zunami Jepang, Maruki membantu 1.500 produk. Ini tidak berarti, namun yang terpenting doanya agar tetap teguh dan tegar serta ke depan diharapkan lebih banyak yang memperoleh beasiswa.
(T.KR-HK/F003)

