"Kami mengimbau secara sejuk dan meminta warga di Ambon di sana segera menghentikan kerusuhan sehingga tidak sampai membesar. Kita punya prinsip semua bersaudara, apa pun yang terjadi kita rasakan bersama," tutur perwakilan warga Ambon, Abubakar Wasahua, di Makassar, Senin.
"Kami berharap agar kondisi di Kota Ambon lebih kondusif, sejuk dan damai serta bisa mendinginkan suasana di Kota Ambon supaya kondusif. Selain itu, warga diharapkan tidak terprovokasi dengan isu yang tidak benar, karena disinyalir ada oknum sengaja memancing warga ambon yang mempunyai tempramen cukup tinggi sehingga terjadi kerusuhan," ungkapnya.
Kedua, mengharapkan agar aparat untuk senantiasa pro aktif dalam menjalankan tugas. Ketiga, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sulselbar, yang mengirimkan bantuan personil sebanyak 200 orang untuk membantu aparat yang ada di Ambon.
Keempat, meminta pemerintah untuk mendekati seluruh komponen masyarakat, pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk berkumpul dan berembuk menyelesaikan persoalan kerusuhan secara bijak.
Serta kelima, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi sebab hal itu dianggap merusak hubungan persudaraan antara sesama masyarakat sekitar karena bagaimana pun kita orang semua bersaudara.
Tempat sama, Pdt Dani Sopamena mengatakan, tempramen orang Maluku memang tinggi sehingga gampang dimainkan dan diprovokasi seperti kejadian sebelumnya pada tahun 1990-an dengan kronologis sama.
"Beta cuma mau bilang kita semua basodara, kita tidak sadar kita dimainkan. Beta mau bilang dipikir ulang kenapa bakalahi sesama. Jangan direspon itu provokasi yang kesekian kalinya di Ambon. Beta mau tuntut negara karena negara tidak bisa buat apa-apa," akunya.

