Makassar (ANTARA) - Harga Ikan dan berbagai hasil laut seperti udang dan cumi-cumi yang dipasarkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Beba, Galesong Utara, Takalar, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan cukup signifikan sejak awal Ramadhan hingga saat ini.
Abdi Jabbar, salah seorang pedagang ikan di TPI Beba itu mengatakan telah tujuh tahun menjadi pedagang ikan di kawasan itu dan kerap kali terjadi kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan, karena permintaan masyarakat yang juga ikut meningkat.
"Harga sembako kan naik, jadi tentu harga ikan juga naik. Apalagi kadang solar agak susah didapat untuk melaut," kata warga Takalar tersebut.
Berdasarkan pantauan ANTARA di TPI Beba, biasanya harga ikan merah Rp200.000 per keranjang, kini harganya naik drastis menjadi Rp350.000 per keranjang.
Sementara harga ikan tongkol tidak lagi dijual per keranjang, namun dijual dengan hitungan per ekor atau seharga Rp50.000 untuk empat ekor, tergantung ukurannya.
Ikan Cepa juga dijual berdasarkan ukuran dengan harga bervariasi, namun harganya dua kali lipat dari biasanya. Ikan Cepa bahkan dijual hingga Rp500 ribu per keranjang, sedangkan harga normalnya Rp250-300 ribu per keranjang.
"Harganya memang mahal karena awal Ramadhan ini, tidak banyak nelayan yang keluar melaut. Padahal banyak pembeli dari kota yang datang cari ikan," ujar Daeng Rate, pedagang ikan lainnya.
Seorang pembeli bernama Daeng Ke'nang mengaku tidak heran dengan melambungnya harga ikan. Tetapi diakuinya kenaikan harga komoditas pokok ini sangat signifikan.
"Semuanya mahal, kalau kita bawa uang Rp200 ribu sudah bisa beli beberapa macam ikan dan cumi, sekarang cuma bisa dapat sedikit," kata perempuan berhijab tersebut.
Cumi-cumi ukuran sederhana yang biasanya dijajakan Rp40 ribu/kg, harganya menjadi Rp70ribu. Sementara cumi-cumi berukuran besar dijual seharga Rp150 ribu/kg, naik sekitar 30 persen dari harga biasanya yakni Rp100ribu/kg. Udang laut naik menjadi Rp60 ribu/kg dari harga Rp40 ribu.


