
DPRD : Pariwisata Mamasa Perlu Perhatian Serius

Mamuju (ANTARA News) - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mamasa memerlukan perhatian serius dari pemerintah dalam rangka mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah itu.
Ketua DPRD Sulbar, H.Hamzah Hapati Hasan di Mamuju, Senin mengatakan, hingga saat ini sektor pariwisata di kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja (Sulsel) ini belum tersentuh secara optimal.
"Oleh karena itu kondisi kepariwisataan di Kabupaten Mamasa harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah baik Pemprov Sulbar maupun Pemkab Mamasa," katanya.
Menurutnya, Kabupaten Mamasa ditetapkan sebagai destinasi pariwisata di Sulbar berdasarkan kesepakatan bersama pada saat Sulbar akan dibentuk tahun 2004.
Sehingga kata dia, sektor unggulan pariwisata di wilayah hasil pemekaran Kabupaten Polman itu butuh perhatian lebih agar bukan sekedar simbol sebagai daerah tujuan wisata.
"Hasil perjalanan saya dan sejumlah anggota DPRD dari Dapil Mamasa telah kami dapatkan informasi bahwa pariwisata di Mamasa belum tersentuh. Padahal, Mamasa adalah destinasi wisata. Jangan sampai hal ini terlupakan," ungkap Hamzah.
Oleh karena itu Hamzah berharap ada perhatian serius dari Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamasa untuk mengelola kepariwisataan di Mamasa agar mempunyai daya tarik.
Ketua DPRD Sulbar dua periode ini menambahkan, saat berada di Mamasa, ia sudah meminta kepada Bupati Mamasa Ramlan Badawi agar segera melengkapi database tentang obyek-obyek wisata di Mamasa.
"Nanti database dari Mamasa ini disinkronkan dengan provinsi untuk dibuatkan perencanaan anggaran. Kami berharap agar Pemkab Mamasa juga menganggarkan di APBD-nya sehingga bisa disinergikan program kerja yang menyangkut kepariwisataan," kata Hamzah Hapati Hasan yang juga Sekretaris Partai Golkar Sulbar ini.
Sebenarnya, pada APBD Sulbar tahun 2012, sejumlah anggota DPRD dari Dapil Mamasa seperti Sudirman Darius dan Mervie Parasan sudah mengusulkan program aspirasi terkait pariwisata. Tapi, hal ini belum ada gemanya sehingga perlu lebih diperjelas ke masyarakat.
Sebenarnya, kami sudah programkan melalui program aspirasi kegiatan untuk kerajinan khas Mamasa. Ini sudah merupakan bagian dari pariwisata. Tapi gaungnya belum begitu besar sehingga perlu diperkenalkan lagi ke masyarakat," ungkap Sudirman Darius. (T.KR-ACO/S025)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
