Logo Header Antaranews Makassar

Pemilu - Kader PKB Sulbar Solid Menangkan Partai

Sabtu, 5 April 2014 12:17 WIB
Image Print
"Mesin partai akan bekerja seluruh pengurus, di tingkat Provinsi dan Desa bekerja memenangkan partai tidak akan ada kader khianat terhadap partai seluruhnya akan memilih dan memenangkan PKB,"katanya.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sulawesi Barat, solid untuk memenangkan partai pada Pemilu 2014.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), PKB Provinsi Sulbar, Muh Yahya Hanafi S.Sos di Mamuju, Sabtu, mengatakan, kader PKB pada enam Kabupaten di Provinsi Sulbar solid memenangkan partai di Pemilu 2014.

Ia mengatakan, seluruh kader partai akan bekerja memenangkan partai untuk memenangkan posisi tiga besar di Pemilu 2014.

Menurut dia, seluruh kader dipasti akan bekerja keras memenangkan partai dari tingkat desa sampai tingkat Provinsi, dan seluruh calon anggota legislatif (Caleg) PKB di tingkat Kabupaten Provinsi dan Pusat akan bekerja keras pula memenangkan partai.

"Mesin partai akan bekerja seluruh pengurus, di tingkat Provinsi dan Desa bekerja memenangkan partai tidak akan ada kader khianat terhadap partai seluruhnya akan memilih dan memenangkan PKB,"katanya.

Ia mengatakan, PKB diprediksi akan meraih satu kursi setiap daerah pemilihan (Dapil) untuk kursi DPRD Provinsi Sulbar dan kader serta calon anggota legislatif PKB akan bergerak dan berkonsolidasi meraih target itu.

Yahya mengatakan, badan otonom organisasi Nahdatul Ulama yang ada di Sulbar akan mendukung PKB memenangkan pemilu 2014 karena PKB memiliki ikatan emosional dengan NU, sebagai organisasi Islam terbesar di negara ini, karena pendiri partai ini banyak yang berlatar belakang dari organisasi NU.

"Badan otonom NU di Mamuju seperti Fatayat NU, IPPNU, Muslimat NU, dan Ansor, juga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah menyatakan diri bersiap mendukung PKB memenangkan Pemilu 2014, konsolidasi jajaran pengurus badan otonom NU dan pengurus PKB secara massif telah dilakukan," katanya. O Tamindael



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026