Nasdem Sulsel : Carut Marut Pemilu Jadi Pelajaran Berharga

id nasdem sulsel, pemilu, syamsul bahri sirajuddin

"Saya tidak bisa membayangkan kalau penyelenggara pemilu juga melakukan kecurangan seperti money politic itu karena berdasarkan fakta, cuma itu kecurangan yang tidak dilakukannya," terangnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Selatan menyatakan jika pemilihan umum (Pemilu) legislatif 9 April 2014 yang diikutinya menjadi pembelajaran yang sangat berharga ditengah kondisi carut-marutnya.

"Kami adalah partai baru yang mengusung restorasi mendasar disemua lini dalam kehidupan berbangsa ini, tetapi kami juga mendapatkan pelajaran penting mengenai carut marutnya," tegas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Sulsel, Syamsul Bahri Sirajuddin di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, pemilu legislatif yang menjadi pemilu pertamanya itu akan menjadikan Partai Nasdem menjadi partai yang besar karena selain berangkat dari nadi masyarakat sebagai organisasi masyarakat dan menjadi partai politik kemudian diperhadapkan dengan kondisi carut marut sistem perpolitikan di negara ini.

Karenanya, dirinya bersama pengurus partai Nasdem lainnya akan menjadikan ini sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi pemilu presiden pada September mendatang.

"Ini pengalaman pertama yang sangat berarti bagi kami dan pengalaman ini akan membuat kita kaya karena kami berharap bisa memberikan pembelajaran kepada masyarakat mengenai pentingnya kejujuran, tetapi masyarakat justru digiring kepada wilayah yang pragmatis," katanya.

Bukan cuma itu, Partai Nasdem juga menganggap jika kecurangan yang terjadi disemua lini dilakukan oleh calon legislatifnya (Caleg) maupun penyelenggara pemilu.

Menurut dia, kecurangan yang tidak dilakukan oleh penyelenggara pemilu hanya satu yakni, hanya politik uang (Money politic) karena jika kecurangan itu juga dilakukan, maka pemilu ini akan semakin hancur lagi.

"Saya tidak bisa membayangkan kalau penyelenggara pemilu juga melakukan kecurangan seperti money politic itu karena berdasarkan fakta, cuma itu kecurangan yang tidak dilakukannya," terangnya. Agus Setiawan
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar