Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin akan memberlakukan iuran sampah secara gratis bagi warga berkategori miskin ekstrem.
"APBD 2025 ini kan sudah berjalan dan kami dilantik setelah APBD itu ditetapkan. Yang pasti, untuk beberapa program itu akan disesuaikan dan tidak langsung semua, tetapi bertahap," ujarnya usai serah terima jabatan Wali Kota Makassar di Makassar, Senin.
Ia mengatakan program mendesak pertama dan paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat adalah iuran sampah per bulannya yang disebutnya cukup membebani masyarakat.
Ia pun mengaku akan memulai program tersebut dengan warga miskin ekstrem sesuai dengan pencatatan serta pendataan melalui penggunaan listrik kWh warga yang berada di angka 450.
"Iuran sampah gratis ini akan berjalan bertahap, kita akan memulai dari kelompok rumah tangga miskin ekstrem. Kita akan ukur berdasarkan penggunaan kWh (kilowatt-hour) listrik mereka,” katanya.
Dia menyatakan realisasi program secara bertahap dilakukan dengan menyesuaikan anggaran daerah yang ditetapkan setelah dimasukkan dalam APBD Perubahan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga sedang menyusun strategi untuk menyeimbangkan pendapatan daerah.
Salah satunya dengan meningkatkan tarif iuran sampah bagi bangunan komersial seperti hotel dan restoran agar pendapatan daerah tetap stabil.
Namun, sebelum program ini berjalan, Pemkot Makassar harus terlebih dahulu menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur mekanisme pelaksanaannya.
"Jadi tidak langsung itu diterapkan, harus ada dulu terbit Perwalinya baru ditentukan siapa yang berhak menerima program tersebut. Jadi tidak semua menerima, kita hitung dulu berapa anggarannya," ucapnya.