Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengintensifkan gerakan pangan murah (GPM) sebagai upaya mengendalikan inflasi di daerah itu.
"Gerakan pangan murah yang kami laksanakan secara masif ini sebagai salah satu upaya agar inflasi di Sulbar tetap terkendali," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Abdul Waris Bestari, saat pelaksanaan gerakan pasar murah di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Selasa.
Pada gerakan pangan murah yang digelar setiap pekan kata Wahid Bestari, harga bahan pokok dijual di bawah harga pasaran, yakni dengan selisih harga hingga 20 persen.
Hal itu menurutnya sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya beras yang mengalami kenaikan harga.
"Beras yang dijual pada gerakan pangan murah di bawah harga pasaran. Untuk ukuran 10 kilogram dijual Rp125 ribu sementara di pasaran harganya mencapai Rp145 ribu per 10 kilogram," katanya.
Gerakan pangan murah tersebut lanjutnya, akan terus dilaksanakan hingga menjelang Idul Adha untuk menjaga stabilitas harga pangan di Sulbar.
"Sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar gerakan pangan murah ini akan terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Adha," katanya.
Sementara Rosmini, salah seorang warga Kabupaten Mamuju mengatakan sangat senang dengan adanya gerakan pangan murah yang dilaksanakan Pemprov Sulbar tersebut.
"Ini sangat membantu karena bahan pokok sudah mulai ada kenaikan," kata Rosmini.
Ia berharap pasar murah itu terus dilaksanakan sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang dan di saat Idul Adha.
"Kami berharap ini terus dilaksanakan, sehingga kami bisa membeli bahan kebutuhan pokok saat Idul Adha," ujarnya.
Warga lainnya, Maryani juga mengaku senang dengan adanya gerakan pasar murah tersebut.
"Harganya lebih murah dibanding di pasar. Kalau bawang merah, kami beli Rp32.000 per kilogram dan bawang putih Rp36.000 per kilogram. Sementara di pasaran, harga bawang merah Rp35.000 dan bawang putih Rp45.000 rper kilogram," kata Maryani.
Ia juga berharap agar pelaksanaan gerakan pangan murah itu dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Kalau bisa, dilaksanakan tiga kali setiap minggu dan bahan kebutuhan pokok yang dijual lebih banyak lagi," harap Maryani.

