Logo Header Antaranews Makassar

Pengepul Borong BBM di SPBU Pasangkayu

Minggu, 2 November 2014 21:17 WIB
Image Print
Pemantauan Antara di Pasangkayu, Minggu, terlihat para pengepul dari berbagai daerah melakukan pembelian jenis bensin maupun solar dengan jumlah yang besar.

Matra, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Para pedagang pengepul mulai ramai memborong bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar UMum (SPBU) Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, dampak merebaknya isu harga akan naik.

Pemantauan Antara di Pasangkayu, Minggu, terlihat para pengepul dari berbagai daerah melakukan pembelian jenis bensin maupun solar dengan jumlah yang besar.

Kondisi ini dimanfaatkan pula para petugas SPBU Pasangkayu untuk menjual ke pedagang pengepul dengan harga mahal atau di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Para pedagang pengepul membeli BBM bersubsidi ini do SPBU dengan dalih telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas ESDM Matra.

Permainan antara pengepul dan petugas SPBU semakin diperparah peran polisi setempat yang terkesan tutup mata.

Akibatnya, pasokan BBM di SPBU cepat ludes dan mengancam terjadinya kelangkaan pasokan BBM di daerah ujung utara Sulbar ini.

Para pengepul ini mendatangi SPBU dengan membawa ratusan jergen. Untuk menghindari sorotan publik, maka pedagan pengepul menitip jerigen di tempat tersembunyi pada areal SPBU.

Pengisian ratusan jerigen ini rutin dilakukan pada pukul 01.00 dini hari untuk menghindari kritikan para pemburu berita alias wartawan maupun sorotan warga setempat.

Pasokan BBM bersubsidi hasil pembelian dari SPBU Pasangkayu ini diduga kuat dijual ke sejumlah industri yang ada di Mamuju Utara dan bahkan dipasarkan ke sejumlah daerah yang ada di Sulawesi Tengah dengan harga yang mahal.

Penjualan BBM bersubsidi dengan menggunakan ratusan jergen ini mengindikasikan lemahnya pengawasan yang dilakukan dinas ESDM Matra.

Kondisi ini telah sudah sering terjadi setiap malam di SPBU Pasangkayu seiring maraknya isu akan naiknnya harga BBM.

Rahman salah seorang petugas SPBU Pasangkayu menyampaikan, pengisian BBM bersubsidi mengelak jika telah menaikkan harga dari yang ditetapkan pemerintah.

"Kami tidak tahu menahu adanya petugas yang menaikkan harga dari ketentuan," katanya.

Langkahnya pasokan BBM bersubsidi di Matra mengakibatkan harga eceran yang dijual pedagan pun menjadi mahal dengan kisaran Rp12.000/liter. S Muryono



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026