Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka mengajak Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulbar untuk menjalin kerja sama dalam mendongkrak daya saing daerah itu.
"Saya mengajak rekan-rekan dari Kagama untuk berkolaborasi dalam mendongkrak daya saing Sulbar," kata Suhardi Duka pada Musda II Kagama Sulbar di Mamuju, Minggu.
Gubernur menyampaikan bahwa indeks pembangunan manusia Sulbar masih tergolong rendah sehingga peningkatan SDM menjadi hal yang penting untuk dicarikan jalan kerja sama.
Apalagi, lanjut Suhardi Duka, Pemprov Sulbar sedang mendorong hilirisasi produk pertanian unggulan, salah satunya kakao.
"Hilirisasi sektor-sektor pertanian yang menjadi andalan, kita coba untuk bangun di Sulbar, minimal kakao yang diolah sudah dalam bentuk tepung sebelum dipasarkan," katanya.
Tak hanya kakao, Suhardi Duka juga ingin hasil pertanian lain bisa diolah sebelum dipasarkan agar menciptakan nilai tambah.
Gubernur juga menargetkan pertumbuhan UMKM baru sebanyak 1.000 unit per tahun.
"Demikian juga dengan UMKM yang selama ini masih belum berdaya. Kita coba tumbuhkan," ujarnya.
Untuk mendukung semua itu, Suhardi Duka ingin membangun kerja sama dengan Kagama, tidak hanya di sektor pendidikan formal, tetapi juga pelatihan keterampilan dan magang yang sesuai kebutuhan industri.
Ketua Kagama Sulbar Salman Dianda Anwar menyambut baik ajakan kerja sama tersebut.
"Kami menyambut baik ajakan kerja sama pak gubernur, karena kami ingin mengambil peran membantu daerah ini untuk meningkatkan indeks manusianya," kata Salman.
Salah satu bentuk dukungan yang bisa dilakukan saat ini, kata dia, adalah mendorong akses pendidikan melalui jalur afirmatif.
"Secara taktis yang bisa kami lakukan sekarang adalah dengan memberi kesempatan untuk memanfaatkan kebijakan dari Universitas Gadjah Mada melalui program afirmatif yang memberi ruang kepada daerah-daerah di luar Jawa untuk mendapat kesempatan akses kuliah di UGM," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak program dan pusat studi di UGM yang bisa disinergikan dengan Pemprov Sulbar, mulai dari penanganan bencana, pembangunan perdesaan, hingga ekonomi kerakyatan yang bisa dimanfaatkan daerah.
"Itu bisa dimanfaatkan. Kami dari Kagama siap menjadi fasilitator antara pemprov dan pemkab dalam rangka mengakses itu semua," ujarnya.
Salman juga menyampaikan bahwa Kagama sudah menghadirkan perwakilan UGM untuk menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut.
"Kami sudah hadirkan kepala kantor bidang kerja sama dan alumni, mewakili Rektor UGM datang ke sini untuk bisa melihat potensi apa yang bisa dikerjasamakan dengan pemprov dan kabupaten se-Sulbar," katanya.

