Mamuju (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengoptimalkan potensi kelautan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah itu.
Kabid Perikanan Budidaya DKP Sulbar Roswati Panasa di Mamuju, Kamis, mengatakan Sulbar memiliki garis pantai sepanjang 700 kilometer dan berada di wilayah strategis WPP 713, dengan potensi perikanan tangkap, budidaya laut, tambak dan ekowisata bahari.
"Apabila dikelola secara tepat, sektor kelautan dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Roswati.
Namun sektor kelautan, menurutnya, juga menghadapi tantangan multidimensional.
Infrastruktur pelabuhan dan rantai dingin (cold chain) yang belum memadai, minimnya akses nelayan kecil ke teknologi dan pembiayaan serta lemahnya koordinasi lintas sektor, menjadi hambatan signifikan.
"Sehingga perlunya kolaborasi terpadu agar potensi besar itu tidak hanya menjadi narasi semata, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat," ujar Roswati.
DKP Sulbar lanjut Roswati telah mensinergikan visi Panca Daya Pemprov Sulbar dengan potensi kelautan, yakni Daya Tumbuh yang diimplementasikan melalui program pelatihan nelayan dan pemberdayaan kelompok usaha pesisir.
Kemudian, daya saing didorong melalui penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) untuk meningkatkan mutu produk perikanan.
Selanjutnya, daya dukung yang tercermin dari upaya konservasi kawasan laut dan pengawasan berbasis partisipasi masyarakat, dan daya jaga dengan menguatkan regulasi dan perlindungan hukum bagi nelayan tradisional.
Terakhir, daya giat yang difokuskan untuk memacu investasi berkelanjutan dan teknologi tepat guna bagi pengembangan budidaya dan ekowisata bahari.
"Visi Panca Daya dan potensi kelautan Sulbar mencerminkan arah pembangunan inklusif yang mengutamakan keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan keberlanjutan ekosistem laut," terang Roswati.
Langkah itu, menurut Roswati, bukan hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat pesisir adalah prioritas yang tak terpisahkan dari visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar.
"Melalui optimalisasi sektor kelautan yang selaras dengan Panca Daya, diharapkan mampu menjadi episentrum ekonomi biru kawasan Timur Indonesia, sekaligus menjadi teladan dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, berkeadilan dan berwawasan lingkungan," terang Roswati.

