Mamuju (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga meningkatkan infrastruktur pertanian, baik melalui perbaikan irigasi maupun pencetakan sawah baru untuk menggenjot produksi padi.
"Kami memastikan pemerintah akan genjot produktivitas pertanian, khususnya padi melalui peningkatan infrastruktur, baik melalui perbaikan irigasi maupun pencetakan sawah baru," kata Salim Mengga, pada pesta panen padi di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Kamis
Wagub menyampaikan bahwa hasil panen tahun ini cukup berhasil.
Tapi, masih perlu ditingkatkan agar bisa menyamai Jawa Tengah dan Jawa Barat, yang bisa panen antara 7,5 hingga sembilan ton per hektare.
Ia menyebut produktivitas pertanian di dua daerah itu bisa tinggi karena berbagai faktor pendukung, seperti tenaga kerja yang profesional, penggunaan bibit unggul, ketersediaan pupuk dan pengairan teknis yang baik.
Ke depan lanjut Wagub, semua faktor itu akan dibenahi di Sulbar.
Namun Wagub menilai pengairan adalah hal paling mendesak dan harus dikerjakan lebih dulu.
"Kita memiliki potensi pengairan yang cukup besar, tetapi tidak berfungsi secara maksimal. Inilah yang perlu kita maksimalkan," ujar Salim Mengga.
Wagub memerintahkan Dinas Pertanian Provinsi Sulbar agar segera menginventarisasi bangunan dan sumber air yang bisa dioptimalkan.
Pemprov Sulbar juga lanjutnya, akan meminta dukungan dari pemerintah pusat agar program pengairan bisa didukung.
"Kalau kita ingin menjadi daerah yang swasembada pangan, pengairan harus jadi prioritas," ujar Salim Mengga.
Selain soal pengairan, Salim Mengga juga menilai pembatasan terhadap ekspansi perkebunan sawit juga perlu dilakukan.
Menurut dia, lahan sebaiknya mulai dialihkan untuk pencetakan sawah baru demi memperkuat ketahanan pangan.
"Ke depan, kita juga akan prioritaskan pencetakan sawah baru," katanya.
Langkah itu menurut Wagub juga penting untuk menyelesaikan persoalan agraria yang selama ini terus terjadi di berbagai wilayah di Indonesia , termasuk di Sulbar.
"Konflik agraria ini memang sangat marak terjadi termasuk di Sulbar, terutama masyarakat dengan perusahaan perkebunan," ujar Salim Mengga.
Pada kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan terkait potensi krisis pangan global yang diperkirakan terjadi pada 2054.
Ia mengatakan, negara-negara di sekitar khatulistiwa akan menjadi rebutan karena masih memiliki potensi pertanian.
"Jadi, saya meminta agar pemerintah kabupaten, desa, serta dinas pertanian dan perkebunan benar-benar memperhatikan nasib petani," kata Salim Mengga.

