Makassar (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyasar anak-anak yang bermukim sekitar Pelabuhan Peti Kemas Makassar (PPKM) untuk mendapatkan edukasi berlalulintas.
"Kegiatan yang dikemas lewat Program Edukasi Lalu Lintas 2025 diikuti puluhan anak-anak di lingkungan pelabuhan," kata Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful di Makassar, Sulsel, Kamis.
Dia mengatakan , pihaknya berkolaborasi bersama instansi terkait di lingkungan pelabuhan. Program ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya keselamatan, ketertiban, dan bahaya yang ada di kawasan pelabuhan serta area lalu lintas sekitarnya.
Menurut dia, edukasi sejak dini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan.
“Melalui program ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pelabuhan bukanlah tempat bermain. Anak-anak perlu tahu bahwa area pelabuhan memiliki risiko tinggi dan memerlukan kewaspadaan," jelasnya.
Edukasi seperti ini dinilai sangat penting untuk membentuk generasi yang sadar akan keselamatan dan peraturan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas, termasuk simulasi zona berbahaya di pelabuhan, serta diajak mengikuti berbagai permainan edukatif bertema keselamatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung lingkungan pelabuhan yang aman, tertib, dan ramah terhadap masyarakat sekitar.
"kami berharap program ini dapat menjadi agenda tahunan dan diperluas ke wilayah kerja lainnya di Pelindo Regional 4," kata Rinto.
Sementara Terminal Head TPK New Makassar Teguh Firdaus selaku penyelenggara dari acara tersebut mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan bangga dapat menyelenggarakan kegiatan edukatif ini sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Anak Nasional 2025.
Melalui tagline “Port Is Not Playground”, pihaknya ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak bahwa pelabuhan adalah kawasan terbatas yang memiliki aturan keselamatan yang harus dipatuhi.
Dengan menggabungkan edukasi lalu lintas dan pengenalan lingkungan pelabuhan, dia berharap mereka memahami pentingnya keselamatan, disiplin, dan tanggung jawab di area publik, khususnya pelabuhan.

