Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kemitraan inklusif dengan memfasilitasi pelaku UMKM lokal dengan pelaku usaha besar.
"Forum fasilitasi kemitraan UMKM dengan pelaku usaha besar ini sebagai komitmen Pemprov Sulbar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kemitraan inklusif," kata Kepala DPMPTSP Sulbar Habibi Azis di Mamuju, Kamis.
Pada kegiatan itu, tiga pelaku UMKM lokal, yakni UMKM Kayyis, Lhia Donuts dan Dapoer Ummi N3, resmi menandatangani kesepakatan kemitraan dengan Yayasan Al Kahfi.
Yayasan Al Kahfi merupakan sebuah entitas usaha besar yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan sosial serta ekonomi masyarakat.
"Kesepakatan kemitraan ini sebagai bukti nyata bahwa kolaborasi antara UMKM dan pelaku usaha besar bisa diwujudkan dengan pendekatan yang tepat," ujar Habibi Azis.
Forum kemitraan itu juga, lanjut Habibi Azis, sejalan dengan keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar untuk memajukan UMKM lokal.
"Forum ini bukan hanya simbolik, tapi menjadi ruang nyata untuk saling menguatkan, demi mewujudkan visi dan misi Gubernur Sulbar, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," terang Habibi Azis.
Sementara, Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTS Sulbar Satriawan Hasan Sulur menegaskan pentingnya fasilitasi pemerintah sebagai jembatan antara pelaku usaha besar dan UMKM.
Menurutnya, kemitraan adalah langkah strategis dalam membangun rantai pasok lokal dan menciptakan sinergi yang produktif.
"Kami akan terus memastikan kemitraan ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang terukur bagi kedua belah pihak. Ini merupakan komitmen kami untuk meraih target target kinerja, khususnya pada program fasilitasi kemitraan ini," jelas Satriawan.
Direktur Yayasan Al Kahfi Masniar menyambut baik inisiatif DPMPTSP Sulbar serta menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis UMKM Sulbar.
Masniar menyampaikan bahwa pemberdayaan UMKM adalah bagian dari tanggung jawab sosial dunia usaha.
"Melalui kemitraan ini, kami berharap bisa ikut memperkuat kapasitas produksi dan pemasaran UMKM mitra kami," tutur Masniar.
Sementara itu, pemilik Dapoer Ummi N3 Yusnida menyampaikan harapan besar terhadap kemitraan tersebut.
Kesempatan ini kata Yusnida sangat berarti untuk UMKM, bukan hanya soal peningkatan omzet, tapi juga pembelajaran manajemen, akses pasar, hingga peningkatan kualitas produk.
"Alhamdulillah ini merupakan kedua kalinya DPMPTSP Sulbar memfasilitasi kami, dimana sebelumnya, yakni pada 2023 dengan tiga pelaku usaha besar," ujar Yusnida.

