Mamuju (ANTARA) - Implementasi program cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Sulawesi Barat hingga Triwulan III tahun 2025 telah mencapai 100 persen.
"Target program UHC di Sulbar sebanyak 43.335 jiwa, dan hingga Triwulan III tahun 2025 sudah tercapai 100 persen," kata Gubernur Sulbar Suhardi Duka, di Mamuju, Sabtu.
Gubernur menyampaikan itu pada rapat pimpinan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar membahas capaian kinerja makro pembangunan daerah tahun 2025.
Untuk penurunan tingkat kemiskinan yang ditargetkan sebesar 10,42 persen, hingga Triwulan III 2025, angka kemiskinan tercatat 10,41 persen.
Sementara tingkat pengangguran ditargetkan 2,51 persen dan telah berada di angka 2,81 persen.
"Dengan kondisi Triwulan IV yang stabil, kita optimistis target kemiskinan dapat tercapai dan pengangguran terus menurun," tambahnya.
Gubernur menyampaikan jumlah angkatan kerja Sulbar mencapai 778,38 ribu orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 71,40 persen.
Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar kata Suhardi Duka, masih berada di angka 71,16, atau di bawah rata-rata nasional sebesar 75,9.
“Kontribusi IPM tertinggi berasal dari Kabupaten Majene sebesar 73,25, disusul Mamuju 71,86, Pasangkayu 71,04, Kemudian Polewali Mandar 69,88, Mamuju Tengah 68,53, dan Kabupaten Mamasa 66,68,” jelasnya.
Pada sektor pembangunan ekonomi rakyat, Pemprov Sulbar telah menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian dan UMKM, diantaranya pengadaan 1.870 ekor bibit kambing, 120.770 batang bibit durian dan 1.204.760 batang benih kakao siap tanam.
Kemudian, pengadaan 200.000 bibit kopi, 47.290 botol pupuk organik serta bantuan UMKM kepada 329 kelompok.
Melalui program perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat, Pemprov Sulbar telah menyalurkan asuransi kepada 14.000 nelayan dan padat karya infrastruktur yang menyerap 2.136 tenaga kerja.
Pemprov Sulbar juga telah merehabilitasi delapan rumah korban bencana, bantuan listrik hemat bagi 171 rumah tangga sasaran serta bantuan tunai bagi 3.482 kepala keluarga miskin ekstrem.
Di bidang pendidikan, Pemprov Sulbar telah memberikan bantuan 750 paket perlengkapan peserta didik dan peningkatan kompetensi terhadap 46 guru.
"Pemprov Sulbar juga menyalurkan 1.055 beasiswa untuk siswa SMA/SMK/SLB, sebanyak 537 beasiswa pendidikan tinggi dan 286 beasiswa bagi ASN," katanya.
Untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, Pemprov Sulbar telah melaksanakan peningkatan jaringan irigasi di tiga daerah, rekonstruksi jalan sepanjang 20,71 kilometer, pembangunan jalan 7,109 kilometer, serta pembangunan dua unit jembatan.
Selain itu, dilakukan rekonstruksi jembatan Labuang Rano dan rehabilitasi jembatan di Desa Ahu Kecamatan Tapalang Barat serta rekonstruksi tanggul banjir di Desa Tapandullu Kabupaten Mamuju.
Sedangkan pada penguatan tata kelola pemerintahan, Pemprov Sulbar telah menerapkan standar baru seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama melalui wawancara terbuka terhadap 12 jabatan serta penguatan kolaborasi antar-pemerintah daerah melalui pelaksanaan retreat pertama di Kawasan Indonesia Timur.
"Selain itu, juga dilakukan profiling terhadap 455 ASN, penerapan kebijakan TPP yang komunal dan berkeadilan dan percepatan program Sulbar bebas blank spot di 90 titik," ujarnya.
Secara umum, Gubernur menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sulbar pada Triwulan III 2025 mencapai 5,83 persen dan menempatkan Sulbar dalam lima besar nasional.
Angka tersebut relatif sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang berada pada kisaran 4,6 hingga 5,6 persen.
"Target kita tidak jauh berbeda dengan proyeksi Bank Indonesia. Semoga pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,' ujar Suhardi Duka.

