Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa aktivitas sesar menyebabkan gempa bumi di wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala BBMKG Wilayah IV Irwan Slamet saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut terjadi sekitar pukul 13.19 WITA.
"Wilayah Ranomeeto, Kabupaten Konsel diguncang gempa bumi tektonik,' kata Irwan Slamet.
Dia menyebutkan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter dengan magnitudo 1,6.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,05 Lintang Selatan (LS), 122,42 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada 41 kilometer Timur Laut Konsel, pada kedalaman 7 kilometer," ujarnya.
Irwan Slamet menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal aktivitas sesar Kendari Central.
Ia mengungkapkan berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Ranomeeto, Konsel, dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ungkap Irwan Slamet.
Ia menyampaikan hingga pukul 14.35 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan.
Irwan Slamet menambahkann bahwa pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu memastikan informasi yang diterima hanya bersumber dari media atau kanal komunikas resmi yang telah terverifikasi.

