
Satu juta bunga akan ditanam Pemkot Makassar

"Program sejuta bunga akan direalisasikan secepatnya dan tahun ini kita akan menanam sejuta bunga di dalam Kota Makassar," kata Ketua Tim Pro PP MTR, Mukhtar Tahir di Makassar, Rabu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar akan menanam sejuta bunga untuk menghijaukan kota ini melalui program-program unggulannya di dalam kota serta menanam mangrove di wilayah pesisir.
"Program sejuta bunga akan direalisasikan secepatnya dan tahun ini kita akan menanam sejuta bunga di dalam Kota Makassar," kata Ketua Tim Pro PP MTR, Mukhtar Tahir di Makassar, Rabu.
Penanaman sejuta bunga itu akan dilakukan melalui gabungan unit kerja Pemerintah Kota Makassar yang tergabung dalam Tim Program Percepatan dan Pengendalian Makassarta Tidak Rantasa (Timpro PP MTR).
Mukhtar mengatakan, program sejuta bunga dimaksudkan untuk menghijaukan Makassar sesuai dengan salah satu program andalan Pemerintah Kota Makassar tahun ini, yakni penghijauan.
"Program sejuta bunga ini rencananya akan dilaksanakan pada 8 September mendatang yang dipusatkan di jalan AP Pettarani," kata Mukhtar yang juga Kepala Dinas Sosial itu.
Dia menjelaskan penanaman sejuta bunga itu akan dilakukan di setiap sekolah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terutama Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta di taman kota.
Untuk menguatkan program itu, akan dikeluarkan surat imbauan kepada setiap sekolah dan SKPD untuk mensukseskan program penghijauan lingkungan tersebut.
"Ini adalah atensi dari Bapak Wali Kota, semua sekolah harus tanam bunga dan begitu juga SKPD. Untuk menguatkan program itu, akan dikeluarkan surat imbauan," jelasnya.
Sementara di wilayah pesisir kota, juga sudah diprogramkan penanaman pohon mangrove di mana 20 ribu batang pohon di tanam di Kawasan Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.
Untuk kawasan Lantebung sendiri, Pemkot Makassar akan menjadikannya sebagai kawasan ekominawisata dengan menanam puluhan ribu batang pohon mangrove.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
