Pemkot Makassar Mulai Menyalurkan THR PNS

id

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar yang telah menyiapkan Rp3,3 miliar lebih untuk membayar tunjangan hari raya (THR) bagi para pegawai negeri sipil (PNS) mulai menyalurkannya sejak Senin (14/9).

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Anggaran Pemkot Makassar Erwin, di Makassar, Senin, mengaku sudah mulai membayarkan hak dari para PNS untuk mendapatkan tunjangan kesejahteraan atau THR.

"Kita sudah mulai mencairkannya dan hari ini sudah ada beberapa kecamatan termasuk satuan perangkat kerja daerah (SKPD) sudah mengusulkan dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin sudah mengeluarkan surat perintah membayar," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassr Ilham Arief Siradjuddin mengatakan, pembayaran tunjangan THR yang dianggarkan tiap tahun itu diberikan kepada seluruh PNS sepekan sebelum hari raya Idul Fitri 1430 H.

Pencairan dana akan dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan aturan dan mendapat perintah dari pimpinan.

Tunjangan kesejahteraan itu diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 yang mengatur pemberian tunjangan kepada PNS dan tenaga honor.

Kepala Bagian Keuangan Pemkot Makassar Agar Jaya mengatakan, Pemkot Makassar telah siap membayarkan tunjangan tersebut.

Pembayaran tunjangan kesejahteraan itu masih sama dengan tahun lalu dengan total anggaran sekitar Rp3,3 miliar.

Hal itu dilakukakan, lanjut dia, untuk membantu pegawai dalam meringankan beban menjelang hari raya dan mudah-mudahan tidak ada halangan dan segera bayarkan.

Setiap PNS yang mendapatkan tunjangan yang bervariasi mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) sebanyak Rp600 ribu, para Asisten Rp500 ribu, eselon II Rp420 ribu, eselon III Rp 360 ribu, eselon IV Rp240 ribu.

Kepala sekolah mulai dari TK hingga SMA sebanyak Rp240 ribu. Bagi PNS golongan I dan II mendapatkan Rp150 ribu serta PNS golongan III dan IV Rp180 ribu.

Selain itu, para tenaga honor juga akan mendapatkan tunjangan yang sama dengan PNS golongan I dan II Rp150 ribu serta kurator museum sebanyak Rp500 ribu.
(T.PK-MH/s018)


Komentar