TPAD Sulbar Diminta Tingkatkan Koordinasi Stabilkan Harga

id tpid sulbar, ramadhan, sembako

Mamuju (Antara Sulbar) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat diminta meningkatkan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar untuk menstabilkan harga jelang Ramadhan 1438 Hijriah.

"Kami harap TPID dan semua OPD untuk bekerja sama mensinergikan kegiatan yang bertujuan untuk pengendalian inflasi harga agar tetap rendah dan stabil," kata Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeny Anwar di Mamaju, Kamis.

Wagub Enny membuka acara "High Level Meeting (HLM) TPID Sulbar" diselenggarakan Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) di Mamuju, Kamis.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Sulbar yang tumbuh positif dan berkesinambungan, dapat dicapai melalui stabilitas harga yang tercermin dalam tingkat inflasi.

"Berdasarkan pantauan Badan pusat Statistik (BPS) Sulbar, inflasi Sulbar untuk April sebesar 0,06 persen Month To Month (MTM) atau setara dengan 4,25 persen Year On Year (YOY)," katanya.

Pencapaian positif tersebut tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah melalui TPID Sulbar dan Kabupaten serta lembaga lainnya yang mendukung program pengendalian inflasi.

Dia berharap agar TPID juga berkoordinasi dan berkomunikasi aktif dengan aparat hukum sehingga dapat memantau dan mengetahui kecukupan stok dan kelancaran distribusi sembako serta perkembangan harga-harga komoditas yang biasa menyebabkan kenaikan inflasi pada ramadhan sampai Idul Fitri nanti.

Harga sembako seperti beras,daging, ayam ras, bawang merah, cabe keriting, telur ayam ras dan beberapa komoditi lainnya termasuk angkutan udara dan antar kota terus dipantau, dengan koordinasi yang kuat dengan semua stakeholder.

"Aparat penegak hukum agar dapat menindak para penimbunan stok sembako agar kelangkaan komoditi dapat dihindari jelang Ramadhan ini," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar