Menristekdikti Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Entrepreneurship

Pewarta : id menristekdikti, mohamad nasir, entrepreneurship

Makassar (Antara Sulsel) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir terus mendorong perkembangan startup dan jiwa enterpremeurship mahasiswa di lingkungan kampus.

"Kita terus dorong para mahasiswa untuk mengembangkan enterpreneurship. Entrepreneurship bagi mahasiwa begitu penting sebagai modal usaha kedepan," kata Menristekdikti Mohamad Nasir di Makassar, Sabtu.

Potensi berwirausaha dikalangan mahasiswa memang begitu besar sehingga potensi untuk berkembang dalam dunia bisnis juga begitu besar.

Potensi itulah yang akan terus didorong pihak kemenristekdikti agar motivasi mahasiswa untuk menciptakan produk-produk terbaru bisa terus terjaga kedepan.

"Entrepreneurship mahasiswa itu begitu penting sehingga kita akan terus mendorong untuk dikembangkan,"ujarnya.

Kepala Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis (UPKB) Unhas, Mardiana E Fachry mengatakan mahasiswa dan dosen Universitas Hasanuddin hingga kini telah menghasilkan hingga 200 produk ekonomi kreatif yang siap dikomersialkan.

"Produk yang dihasikan baik dari mahasiswa ataupun kerjasama dengan dosen Unhas memiliki keunggulan masing-masing. Produk kami juga alami sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran meberikan efek bagi masyarakat,"ujarnya.

Adapun beberapa produk tersebut diantaranya seperti dodol, sabun rumput laut lawi-lawi hingga berbagai jenis kripik.Produk-produk ini tentunya berbasis teknologi agar bisa diterima masyarakat.

Ia menjelaskan, produk yang dihasilkan mahasiswa dan dosen itu juga telah memiliki kemasan menarik dan tentu memenuhi persyaratan. Produk tersebut juga telah diikutkan pada beberapa pameran ekonomi kreatif dan wirausaha.

Meski demikian, dirinya mengakui, ada beberapa kendala yang memang masih dirasakan yakni masih kurangnya keseriusan para dosen dalam memberikan pelatihan atau ide-ide agar produk yang dihasilkan dapat respon maksimal dari masyarakat.

"Kita memang ada pertemuan dengan para dosen untuk membahas dan mencari solusi yang dialami mahasiswa dalam menjual produknya. Kita butuh itu (dosen, misalnya jika dalam hal kemasan ada yang lebih bagus, maka kira-kira konsumen suka tidak, jadi mahasiswa bisa berfikir dan mencari apa yang disukai masyarakat atau konsumen," sebutnya.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar