Jelang Natal Satgas Pangan Sulsel Sidak Pasar

id natal, satgas pangan, sidak pasar, krimsus polda sulsel, pabaeng-baeng

Tim Satgas Pengendali Pangan yang juga Direktur Dit Krimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudiawan memberi keterangan usai melakukan sidak di pasar tradisional Pabaeng-baeng, Makassar, Selasa (28/11). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Makassar (Antara Sulsel) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Pabaeng-baeng, Kota Makassar.

"Kegiatan sidak ini merupakan antisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2018," kata Tim Satgas Pengendali Pangan yang juga Direktur Dit Krimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudiawan usai melakukan sidak tersebut di Makassar, Selasa.

Pada kegiatan pemantauan langsung tersebut, Ryduiawan sempat berinteraksi dengan sejumlah pedagang untuk menanyakan kondisi stok dan harga sembako (sembilan bahan pokok), dan menurut para pedagang, saat ini belum ada kenaikan harga signifikan.

Dalam sidak itu ditemukan dua komoditas pangan seperti telur dan cabe merah kriting mengalami kenaikan hingga 33 persen dari pekan sebelumnya, dan diperkirakan harga itu masih merangkak naik.

Harga telur mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per rak dan cabe merah kriting dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per kilo. Kenaikan harga telur karena adanya permintaan cukup tinggi ditambah biaya distribusi, sedangkan cabe merah kriting mengalami kenaikan harga karena stok yang kurang akibat pengaruh cuaca.

Yudiawan menjelaskan Tim Satgas Pengendali Pangan Sulsel yang tergabung dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, Komisi Pemantauan Persaingan Usaha (KPPU) dan Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan sidak secara priodik hingga 10 Januari 2018.

Kegiatan pemantauan di lapangan itu, menurut dia, sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya inflasi akibat kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, terutama agar tidak dimanfaatkan pelaku mafia pangan yang menimbun stok dan menaikkan harga sepihak.

"Kami berupaya melakukan pencegahan sebagai hal utama, kalaupun masih membandel langkah terakhir adalah penegakan hukum. Sampai hari ini kita terus pantau agar jangan sampai ada mafia pangan menaikkan harga yang akan menyensarakan masyarakat," ujar dia.

Bila nantinya ditemukan adanya permainan mafia dengan menahan distribusi barang, tambah dia, pihaknya akan melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku kejahatan khusus itu.

Sementara Ketua KPPU Makassar Ramli Simanjuntak pada kesempatan itu mengemukakan kegiatan sidak kali ini merupakan awal dari pemantauan harga-harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 serta perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad guna mengantisipasi lonjakan harga.

"Sidak ini adalah salah satu cara melihat dan mengetahui perkembangan harga-harga secara langsung di pasar tradisional. Sejauh ini harga-harga sembako masih stabil kecuali hanya telur dan cabe merah kriting mengalami kenaikan harga, namun tidak terlalu signifikan," katanya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar