Festival Massenrempulu Enrekang Tampilkan Permainan Pacu Adrenalin

id enrekang

Enrekang (Antara Sulbar) - Panitia penyelenggara Festival "Bumi Kopi Massenrepulu" Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 14-17 Desember 2017. menyiapkan berbagai permainan yang memacu adrenalin.

Koordinator Seksi Penyelenggara Festival Kopi Bumi Massenrempulu 2017, Agil Valentino di Enrekang mengatakan kegiatan festival akan dilakukan di lokasi permaianan yang mamacu adrenalin peserta di dalam sungai yakni river tubing di Sungai Mata Allo Kecamatan Baraka, Enrekang.

"Permainan ini dimainkan secara berkelompok, dan akan dilombakan dengan empat kelas, yakni Slalom, head to head, down river race, dan time trial," katanya.

Selain itu yang tidak kalah menarik lainnya, kata dia, adalah lomba foto dengan tema "Wajah Massenrempulu".

Untuk lomba foto ini, lanjut dia, setiap peserta lomba diberi kebebasan dan keleluasaan untuk mencitrakan bumi Massenrempulu dari berbagai sisi, dengan kategori lomba untu umum dan pelajar.

Kegiatan yang digelar selama empat hari ini juga akan menampilkan pemilihan Duta Wisata Enrekang 2017.

Menurut Agil, pemilihan duta ini diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Enrekang dan merupakan ajang pemilihan putera-puteri asli Enrekang.

"Tujuannya untuk menjadikan budaya Massenrempulu sebagai daya tarik dan kekuatan kepariwisataan Enrekang dalam rangka memperkenalkan destinasi wisata, seni dan budaya," ujarnya.

Selain itu, panitia juga menyiapkan agenda wisata kebun kopi dan festival kopi seperti lomba foto, kompetisi Brewers Cup, kompetisi river tubing, pameran hasil komoditi kopi dari produsen dan kelompok usaha," katanya.

Dia menjelaskan khusus pameran kopi nanti dipamerkan berbagai komoditas kopi Enrekang mulai dari green bean (mentah) sampai proses penyeduhannya.

Di ajang spesial ini, kata dia, kegiatan pameran akan melibatkan para pemilik cafeshop yang tujuannya untuk memperkenal kopi Kalosi Enrekang serta kegiatan pameran perlengkapan perkopian.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar