Mamuju anggarkan rp2 miliar renovasi masjid

id habsi wahid,bupati mamuju,renovasi masjid

Ilustrasi masjid (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada 2018 menganggarkan Rp2 miliar untuk renovasi Masjid Alquba, yang merupakan salah satu masjid tertua di daerah itu.

Bupati Mamuju Habsi Wahid, Jumat menyatakan, telah menganggarkan bantuan pembangunan masjid AlQuba tahun ini sebesar Rp2 miliar dan akan direalisasi dalam dua tahap.

"Masjid Alquba yang berada di pusat kota ini memang sudah waktunya untuk direhab total karena sudah sangat tua dan tidak refresentatif lagi," kata Habsi Wahid, usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Alquba, di Mamuju, Jumat.

Bangunan Masjid Alquba yang posisinya berada di sudut Jalan Yos Sudarso Kabupaten Mamuju, akan direlokasi di samping areal pujasera, berhimpitan dengan areal pembangunan Mall Maleo Town Square.

Bupati berharap, nantinya Masjid Alquba tidak kalah megah dibanding Mall Maleo Town Square yang saat ini juga masih dalam proses pembangunan.

"Apalagi pembangunan masjid ini berada di samping mall, tentu akan kelihatan timpang kalau mall sudah megah tapi masjid kita tidak," ucapnya.

"Bantuan dari pemerintah daerah ini hanya sebagai stimulan kepada masyarakat untuk dapat terus membantu pembangunan masjid, sehingga kehadiran tempat ibadah yang nyaman akan lebih mudah," tutur Habsi Wahid

Sementara itu, Ketua yayasan Masjid Alquba Herman Kasim mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati Mamuju atau perhatian pemerintah setempat terhadap pembangunan tempat ibadah itu.

Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut akan segera dapat dilakukan pembangunan Masjid Alquba baru menggantikan bangunan lama yang termasuk masjid tertua dalam Kota Mamuju.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bupati Mamuju yang membantu pembangunan masjid ini. Masjid Alquba merupakan masjid tertua di Kabupaten Mamuju dan kondisinya memang sudah layak direnovasi karena sudah tidak dapat menampung jamaah," kata Herman Kasim.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar