Penonton "Halo Makassar" ditarget 600 ribu orang

id halo makassar, amril nuryan, produser, target 600 ribu pentonton

Film Halo Makassar (istimewa)

Kami optimistis penonontonnya bisa melampaui target itu apalagi film ini kan mengangkat realita-realita anak jaman 'now'. Kalau tidak bisa melampaui, setidaknya mendekati penontonnya uang panai
Makassar (Antaranews Sulsel) - Rumah produksi Finisia Production menargetkan jumlah penonton lebih dari setengah juta orang atau sekitar 600 ribu mengingat tingginya antusiasme penonton pada genre komedi dan romantis.

"Target kami itu pastinya sebanyak-banyaknya. Tapi kalau bercermin dari film pertama kami 'Uang Panai` yang menembus angka lebih 526 ribu orang maka target itu akan kami coba lampaui," kata Produser film Halo Makassar, Amril Nuryan, di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, tingginya target itu menjadi tantangan dari kru film, mengingat tingginya antusiasme warga pada tayangan-tayangan bergenre komedi yang dibalut kisa romantis.

Bukan cuma itu, film "Halo Makassar" ini mengangkat cerita tentang zaman sekarang dengan realita-realita anak kota zaman sekarang sehingga cukup menarik bagi penontonnya.

"Kami optimistis penonontonnya bisa melampaui target itu apalagi film ini kan mengangkat realita-realita anak jaman 'now'. Kalau tidak bisa melampaui, setidaknya mendekati penontonnya uang panai," ujarnya.

Sebelumnya, Amril menyatakan jika sineas-sineas asal Makassar selama beberapa tahun terakhir ini cukup sukses dalam industri perfilman, meskipun mayoritas film mengangkat tentang adat dan budaya.

Namun dalam film garapannya yang kedua ini, dirinya mencoba untuk keluar dari genre tersebut dan mencoba mengeksplorasi tentang potensi cerita di zaman sekarang ini.

Amril juga mengaku tidak ingin membocorkan tanggal penayangannya. Ia bersama dengan kru film Halo Makassar ingin memberikan gebrakan baru bagi penikmat film di Makassar.

Sementara itu, sutradara Film Halo Makassar, Ihdar Nur mengatakan, film genre komedi masih menjadi pilihan utama karena melihat kecenderungan masyarakat untuk cerita-cerita komedi.

"Hasil survei pasar yang dilakukan terhadap genre film yang diminati oleh masyarakat, film komedi masih memiliki banyak peminat. Perbedaan film ini dengan film `Uang Panai` (adat dan budata) memiliki keseimbangan porsi antara komedi dan romansa," ucapnya. 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar