Jalan sehat warnai kampanye damai Sulsel

id deklarasi pilkada,damai sulsel

Warga berkostum tradisional mengikuti longmars Deklarasi Kampanye Damai di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (18/2). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Ribuan peserta bersama kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali mewarnai gerak jalan sehat deklarasi kampanye damai di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Mengambil start di lapangan Karebosi Makassar, pasukan berkuda berkolaborasi dengan patroli kepolisian memandu jalannya jalan santai tersebut melewati jalan Jenderal Ahmad Yani, Riburane, Pasar Ikan dan Penghibur, dan finish di anjungan Pantai Losari.

Terlihat masing masing kandidat membawa pendukungnya membuat acara semakin semarak. Ratusan petugas Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) ikut ambil bagian dalam jalan santai tersebut.

Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Serentak dipusatkan di Anjungan Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Ketua KPU Pusat Arif Budiman bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah komisioner KPU Sulsel juga Makassar tiba lebih dulu.

Tidak hanya itu perwakilan Kemendagri beserta pimpinan Partai Politik pengusung dan pendukung calon kepala daerah terlihat ikut antusias. Bahkan para pendukung masing-masing kandidat jalan beriringan menuju garis finish.

Menurut Ketua KPU Pusat, Arif Budiman di tempat itu, Gerakan Nasional Kampanye Damai Pilkada Serentak Calon Gubernur, Bupati Wali Kota se Sulsel sebagai bagian dari kepercayaan bahwa Sulsel akan damai.

"KPU memilih Makassar sebagai pusat gerakan kampanye nasional. Kami tahu Makassar, Sulsel punya reaksi dan bisa berinovasi sehingga nantinya bisa ditularkan ke daerah lain. Kami menginginkan daerah ini menjadi contoh serta aspirasi di 171 daerah Pilkada," harapnya.

Selain itu Makassar dinilai sebagai baromoter daerah aman dan damai karena ada Pilgub, Pilkada Bupati Wali Kota pada 12 daerah khusus Sulsel.

"Makassar menjadi ukuran, atau barometer Pilkada Damai, karena satu Pilgub, 12 kabupaten kota. Potretnya mirip 171 daerah pilkada, Pilpres dan Pileg 2019," paparnya dihadapan hadirin di anjungan losari Makassar.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, mengemukakan dipilihnya Makassar, Sulsel bukanlah tanpa alasan, mengingat beberapa kali pelaksanaan Pilkada meski masyarakat berbeda dukungan, tetapi tetap berjalan kondusif.

"Mari kita sama-sama menghargai pilihan KPU memusatkan kampanye pilkada damai di Makassar Provinsi Sulsel, saya yakin, Insya Allah Pilkada di 12 kabupaten kota dan satu Pilgub bisa berjalan damai, karena kita sudah pengalaman," tambahnya.

Turut bertandatangan di atas batu prasasti Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Sulsel, masing masing disesuaikan berdasarkan nomor urut, pasangan nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, disusul pasangan urut dua, Agus Arifin Nu`mang-Tanri Bali Lamo.

Kemudian pasangan nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dan pasangan nomor urut empat Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar.

Sementara pasangan Calon Wali Makassar juga bertandatangan di atas plakat besar masing-masing nomor urut satu, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi, dan nomor urut dua, pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Ilham.

Deklarasi damai tersebut juga ditandai pelepasan burung merpati sebagai simbol atas kedamaian dan ketenangan pada pelaksanaan Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 di 171 daerah provinsi dan kabupaten kota.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar