ratusan pohon akan ditebang untuk tol layang

id Makassar, jalan tol layang, AP Pettarani, tebang pohon

Ilustrasi Tol Layang (Antara News)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar akan memotong ratusan pohonnya yang banyak berjejer di median jalan untuk kepentingan pembangunan jalan tol layang AP Pettarani Makassar.

"Tiang-tiang jalan tol layang itu tepat di tengah-tengah, makanya pohon-pohon besar itu akan ditebang supaya bisa digunakan untuk memasang tiang-tiang tol layangnya," ujar Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Bahar Chambolong di Makassar, Sabtu.

Ia mengatakan, dalam pembangunan jalan tol layang itu, ada sekitar 900 pohon lebih disepanjang median jalan AP Pettarani yang akan dipangkas untuk kepentingan pembangunan jalan tersebut.

Namun pihaknya tetap akan menanam kembali pohon-pohon yang baru jika pembangunan jalannya selesai tepat di median jalan, diantara para tiang-tiang tersebut.

"Kalau berdasarkan plannya itu, setelah selesai pembangunan jalannya, nanti akan ditanami lagi pohon-pohon yang baru diantara tiang-tiang itu," katanya.

Bahar Chambolong melanjutkan, pembangunan pohon-pohon yang baru itu tidak akan menggunakan anggaran daerah (APBD) karena berdasarkan kesepakatan dengan pihak kontraktor, pohon akan ditanam oleh kontraktor pelaksana sebagai bagian dari kompensasi.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar Andi Khadijah Iriani menyatakan jika pembangunan jalan akan di mulai pada Maret 2018.

"Pembangunan jalan tol layang sudah akan dimulai bulan maret ini dan semua SKPD terkait sudah harus mempercepat koordinasinya untuk kelancaran proyeknya," ujarnya.

Sementara itu, kontraktor proyek jalan tol layang Pettarani, Anwar Toha menyatakan belum bisa memastikan persentase kesiapan pembangunan, meski dia mengatakan tidak ada kendala berarti yang ditemukan di lapangan.

Sesain jalan tol layang yang memiliki panjang 4,3 km memiliki nilai investasi lebih dari Rp2 triliun dengan menggunakan desain kantilever (double dacker) yang merupakan teknologi pertama di Indonesia.

Setelah proses "ground breaking", sedikitnya membutuhkan waktu sekitar enam bulan persiapan untuk menuju ke tahap pembangunan yang membutuhkan waktu sekitar dua tahun masa konstruksi.


 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar