Sosok Kartini dibalik pembangunan PLTB Jeneponto

id Jeneponto,Pltb ,Tolo-1,Kartini

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Jeneponto. Mernawati, sosok wanita petarung dibalik pembangunan PLTB Tolo-1 Jeneponto (ist)

Makassar  (Antaranews Sulsel) - Progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-I Jeneponto, Sulawesi Selatan hingga kini terus digenjot pengerjaanya. Apalagi sudah terjalin komitmen untuk bekerja lebih keras lagi demi merealisasikan target mengoperasikannya Juni 2018.

Ditambah pentingnya kebutuhan listrik bagi masyarakat maupun industri dalam membangun daerah khususnya di Kabupaten Jeneponto, Sulsel yang tengah bertekad keluar dari status sebagai daerah tertinggal di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara luas, membuat semua pihak sepakat bergerak bersama dan memberikan apa yang bisa dilakukan.

Komitmen dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan melalui kerjasama pemerintah dan pihak investor itupun sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Progres pembangunan PLTB Tolo Jeneponto sesuai data terakhir dinilai sudah mencapai hingga 75 persen.

Dalam proses pengecoran pondasi turbin dan beberapa bagian lain, juga telah dilakukan dan kini tinggal menunggu kedatangan seluruh turbin dari Makassar.

Untuk peralatan yang lain termasuk crane untuk mengangkat turbin justru telah lebih dulu didatangkan. Dan kini tinggal menunggu kedatangan tiang yang memang masih berada di Makassar. Sementara untuk baling-balingnya sudah tiba di lokasi proyek.

Proses pembangunan atau pemasangan turbin PLTB tentunya tidak seperti halnya dalam hal pengiriman yang memang membutuhkan waktu lebih lama. Pemasangan ini bisa lebih cepat dan memang itu menjadi komitmen dari pihak pengelola proyek.

Begitupun proses pengangkutan baling-baling juga dinilai telah berjalan sesuai rencana meskipun harus dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan.

Pengangkutan pada malam hari karena harus melalui beberapa medan yang cukup sulit. Jarak yang cukup jauh dari pengambilan di Makassar menuju ke lokasi mencapai 99 kilometer juga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Melihat kondisi yang terjadi, maka pengelola proyek dan pemerintah semakin optimistis bisa merampungkan dan mengoperasikan PLTB Tolo Jeneponto sesuai target pada tahun ini.

Namun dibalik progres positif dari pembangunan PLTB Tolo Jeneponto, terdapat sosok kartini yang begitu sigap mengawal proyek ini sejak awal perencanaan hingga progres pembangunan yang telah dirampungkan sebagian besarnya tersebut.

Dan sosok wanita petarung itu adalan Mernawati yang tidak lain merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Jeneponto.

Sejak pembahasan rencana pembangunan proyek, dirinya sudah ikut terlibat. Jabatannya yang cukup vital di daerah penghasil garam itu memang membuatnya mau tidak mau, turut terlibat dan ikut bertanggung-jawab.

Mulai dari pemberian izin untuk pembangunan PLTB Tolo Jeneponto, ibu dari tiga anak ini sudah memulai perjuangan dengan menjamin kemudahan perizinan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Jeneponto.

Apalagi sejak Kabupaten Jeneponto itu menjalankan program "Jeneponto Smart Branding (JSB)" yang telah dijalankan pada tahap kedua tahun ini, membuatnya semakin fokus memperkenalkan potensi yang dimiliki sekaligus meningkatkan nilai investasi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Program JSB yang telah dimulai sejak 2017 ternyata mampu memberikan dampak yang begitu besar terhadap iklim investasi di daerah tersebut.

JSB ini merupakan sebuah strategi promosi potensi dan investasi daerah dengan prinsip-prinsip kolaborasi, perubahan mindset dan optimalisasi teknoloni informasi. Program ini berjalan baik dan memberikan pengaruh besar terhadap tingkat investasi di daerah itu.

Kemudahan perizinan itu juga diakui Komisaris Utama PT Equies Energy Jeneponto Hamid Awaluddin selaku pengelola proyek PLTB di Tolo, Jeneponto yang mengatakan jika pembangunan dapat rampung lebih cepat karena pengerjaan dilakukan tanpa hambatan alam maupun birokrasi.

"Kita memang sudah berkomitmen untuk mempermudah perizinan untuk meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Jeneponto," kata Merawati.

Kabupaten Jeneponto sendiri memang memiliki banyak potensi. Apalagi daerah yang bersebelahan dengan Kabupaten Takalar dan Bantaeng itu memiliki karateristik tiga zona yakni wilayah pesisir pantai, dataran dan pegunungan.

Selain terkenal sebagai penghasil garam di Sulsel, daerah tersebut juga punya potensi lain dari sektor pertanian, kelautan dan peternakan seperti jagung kuning, rumput laut dan juga ternak kuda.

Ia menjelaskan, selain fokus perkenalkan potensi melalui JSB, pihaknya juga mengakui jika keputusan penggabungan Kantor Pelayanan Terpadu (Perizinan) dan Kantor Pelayanan Modal (KPM) Jeneponto, justru membuat investasi di daerah itu semakin tinggi.

Bahkan nilai realisasi investasi di penghujung triwulan ketiga naik 287 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil ini menjadikan Jeneponto memuncaki posisi 1 dari seluruh 24 kabupaten di Sulawesi Selatan.

Apalagi pihaknya memang sudah berkomitmen dalam mempermudah dalam bidang perizinan, mulai dengan melakukan pendelegasian semua izin ke PTSP, serta pengurusan izin, termasuk memangkas jumlah izin menjadi 15 saja.

Selain itu, DPM-PMTSP Jeneponto juga melalukan gebyar perizinan massal secara gratis demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Prestasi ini sangat membanggakan mengingat Citra jeneponto sering dianggap sebagai daerah tertinggal,"ujar istri dari Muhammad Imam Taufiq ini.



Cerdas Melihat Peluang

Sosok wanita yang sudah sering mengunjungi beberapa negara ini juga tengah memiliki keinginan menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-I Jeneponto, Sulawesi Selatan sebagai salah satu destinasi unggulan yang bisa menarik banyak wisatawan berkunjung ke daerah tersebut.

Keinginan untuk menjadikan PLTB Tolo sebagai pusat destinasi karena memang masih terbilang baru di Sulsel.

Keberadaan baling-baling dari PLTB yang begitu besar dan berputar secara teratur, menurut penilaiannya memang bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat khususnya yang berada di kabupaten itu untuk melihat secara dekat.

Dan jika bisa dikelola dan dikembangkan menjadi kawasan wisata tentu berpeluang untuk mendatangkan banyak pengunjung. Termasuk mempersiapkan akses transportasi yang baik untuk pengunjung yang ingin menyaksikan PLTB tersebut.

Selain itu, lokasinya yang dinilai tidak terlalu jauh dari destinasi lainnya di Jeneponto yakni Air Terjun Tama`Lulua Bossolo juga bisa membuat masyarakat lebih tertantang karena bisa mendatangi dalam sekali jalan.

"Saya kira potensi untuk menjadi destinasi unggulan begitu besar. Kita sudah fikirkan itu dan akan kita upayakan kesana (menjadi pusat destinasi)," katanya.



Kartini harus Smarter dan Stronger

Terinspiransi dari perjuangan Ibu Kartini, dirinya juga ingin menunjukkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan juga bisa tangguh, smart, inovatif, dan berprestasi.

Sekaligus juga berani berfikir `out of the box `dan pro-aktif berjejaring dan berkolaborasi, tidak jago kandang, sebagaimana Kartini melalui surat-suratnya sudah berinteraksi dengan dunia internasional.

"Bagi saya, sosok dan idealisme Kartini menginspirasi untuk berfikir dan bertindak "smart dan out of the box". Perempuan harus berani tampil dan tangguh dalam menyuarakan dan melaksanakan gagasan inovatifnya dan produktif di setiap sektor yang ditekuni," jelas wanita perjilbab ini.

Seperti halnya Kartini yang sudah berinteraksi menyampaikan gagasannya dengan berbagai kelompok di luar negeri melalui surat suratnya, dirinya pun sebagai pejabat publik zaman now, berusaha pro aktif berjejaring dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk kepentingan daerah, tidak berhenti jadi jago kandang.

Menurut dia, perempuan sekarang juga harus smart untuk menggunakan teknologi-digital guna meningkatkan produktivitas dan berbagi pengetahuan, bukan sekadar untuk memviralkan hoaks dan gosip semata.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar