Makassar (ANTARA Sulsel) - Universitas Negeri Makassar menyumbang 30 persen dari kuota nasional untuk program sarjana mendidik di daerah terdepan terluar dan tertinggal (SM3T) periode 2011 - 2012.

"Program SM3T yang dilaksanakan sejak 2011, memberikan peluang pada alumni sarjana pendidikan yang "fresh graduate" untuk mengabdi pada daerah-daerah tertinggal, selama dua angkatan alumni UNM sudah menyumbang 30 persen dari total jumlah SM3T," kata Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr H Arismunandar di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, pada periode 2011 dari 1.500 kuota yang ditetapkan Kemendikbud, namun yang dinyatakan lulus hanya 1.470 orang. Dari jumlah sarjana yang lulus tersebut, sebanyak 373 orang di antaranya adalah alumni UNM yang kemudian di tempatkan pada enam daerah sasaran di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

Selanjutnya, pada angkatan kedua 2012 terdapat 3.000 kuota namun yang lulus hanya 2.990 orang sarjana dan sebanyak 440 orang diantaranya adalah alumni UNM.

"Jadi sudah dua angkatan SM3T ini, UNM mampu memberikan sumbangan sekitar 30 persen dari kuota yang disiapkan pemerintah untuk mengisi daerah yang terdepan, terluar dan tertinggal di Indonesia," katanya.

Sedang pada periode 2013, lanjut Arismunandar, pemerintah pusat melalui Kemendikbud kembali menetapkan 3.000 kuota. Berkaitan dengan hal tersebut, Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) UNM rencananya akan meluaskan daerah sasaran ke provinsi lain seperti Provinsi Nangroe Aceh Darussala, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, khususnya daerah perbatasan antarnegara.

Dia mengatakan, untuk pendaftaran SM3T angkatan ketiga dijadwalkan pada 1 Juni - 15 Juli 2013 secara "online". Seleksi berkas pada 16 Juli - 20 Juli 2013 dan pengumuman kelulusan seleksi berkas 21 Juli 2013.

"Mereka yang dinyatakan lulus, selanjutnya akan mengikuti tes "online" selama tiga hari yakni 26 - 28 Juli 2013. Kemudian pengumumannya 3 Agustus 2013, sebelum memasuki tes terakhir yaitu wawancara 22 - 24 Agustus 2012," katanya.

Menurut dia, yang dinyatakan lulus pada tes terakhir akan bertugas di daerah sasaran selama setahun dengan mendapatkan honor bulanan sekitar Rp2,5 juta selama setahun.

Selain itu, juga mendapatkan asuransi di tempat dia bertugas dan jaminan menjadi pegawai negeri sipil setelah menerima predikat lulus mengabdi di daerah sasaran.

Editor : Z Abdullah

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar