Saudagar Bugis-Makassar siap bantu pengembangan wisata Makassar

id psbm xviii,saudagar bugis makassar,pariwisata makassar,Andi Rukman Nurdin Karumpa

Foto dokumentasi. Bunker peninggalan Jepang salah satu destinasi unggulan Kota Makassar di Desa Lakkang, Kec. Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

Makassar (Antaranews Sulsel) - Para Saudagar Bugis-Makassar siap membantu ide dan gagasan untuk lebih mengembangkan destinasi wisata di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2018 Andi Rukman Nurdin Karumpa di Makassar, Minggu, mengatakan pihaknya telah melihat dan menikmati sendiri sejumlah destinasi yang layak dijual untuk meningkatkan pendapatan Kota Makassar ke depan.

"Difasilitasi Wali Kota Makassar, kami bersama 35 saudagar diajak berkeliling menikmati berbagai objek wisata yang ada di Kota Daeng ini,"ujarnya.

Ia menjelaskan, kunjungan atau tur bersama puluhan saudagar itu untuk menjadikan destinasi unggulan dari Makassar itu bisa semakin dikenal masyarakat.

"Kini muncul ide dan gagasan untuk bagaimana mengembangkan destinasi pariwisata di Makassar,"jelasnya.

Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan juga mengaku fokus menggarap Desa Lakkang Makassar untuk menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan bagi Kota Makassar, Sulsel.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi L Manaba mengatakan desa tradisonal Lakkang memang punya potensi sebagai destinasi pilihan karena memiliki berbagai hal yang bisa ditawarkan termasuk tentunya keberadaan bunker tentara Jepang.

"Kami belum lama ini telah membenahi Desa Lakkang agar bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kita berharap Desa Lakkang ini menjadi salah satu pilihan wisatawan domestik, nasional hingga internasional ke depan," ujarnya.

Desa Lakkang yang terletak di antara Sungai Tallo dan Sungai Pampang Makassar itu selama ini memang menjadi kawasan penelitian terpadu. Bahkan berbagai peneliti dari Jepang juga untuk saat ini masih berada di Desa Lakkang.

Selain sebagai pusat penelitian terpadu, Desa Lakkang juga dikenal sebagai daerah konservasi alam serta budaya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar