Bapenda Makassar data objek pajak baru

id Bapenda, objek Pajar baru, Sulsel

Arsip: Petugas kantor pelayanan pajak melayani wajib pajak dalam pelaporan SPT PPh Orang Pribadi (OP) tahun 2016 di Kanwil DJP Jawa Timur I, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/4/2017). (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar melakukan pendataan untuk seribu-an objek pajak baru dalam memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

"Potensi untuk mendapatkan dan meningkatkan PAD itu sangat besar seiring semakin tumbuhnya tingkat perekonomian di Makassar," ujar Kepala Seksi Pendataan Bapenda Makassar Chairul Susanto di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan hasil pendataan yang dilakukan oleh pihaknya untuk semester pertama 2018 ini, terdapat 1.500 lebih objek pajak baru yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan.

Chairul menyebutkan dari 1.500 objek pajak baru terdapat sembilan jenis pajak yakni pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame dan pajak penerangan jalan.

Kemudian pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

"Kalau untuk sembilan jenis pajak 2018 sudah terdata sekitar 1.500 lebih objek pajak baru. Target pajak kita tahun ini juga meningkat dan kami realistis bisa mencapainya," katanya.

Chairul mengatakan meningkatnya objek pajak di Makassar tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Makassar yang terus meningkat serta iklim usaha yang semakin membaik.

"Tapi kondisi ini tidak dibarengi tingkat kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan objek usahanya. Padahal pajak dari usahanya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat umum," katanya.

Dia mengaku setiap harinya ada 20 orang petugas pendataan turun langsung ke lapangan melakukan pendataan di wajib pajak terhadap objek pajak yang belum terdaftar.

"Kami punya 20 orang pendata yang tiap hari turun ke teman-teman pelaku usaha untuk mengecek data pajaknya. Apabila belum terdaftar kami berikan formulir untuk diisi dan didaftarkan di Bapenda langsung," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar