KNPI Sulsel kirim relawan medis ke Lombok

id knpi sulsel,irman eka saputra,relawan medis,korban gempa bumi,lombok,nusa tenggara barat

Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra (FOTO/Dokumentasi)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan mengirim relawan medis ke daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membantu para korban yang terkena musibah bencana gempa bumi.

"Ini adalah panggilan kemanusiaan di mana banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Data korban terus bertambah dan tenaga medis masih kurang sehingga kami mengirimkan tenaga medis untuk membantu para warga," ujar Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan relawan kemanusiaan sebanyak tujuh orang tim medis ini akan ikut membantu para korban yang banyak melukai warga saat gempa dengan kekuatan 7.0 skala richter (SR) beberapa waktu lalu.

Menurut Imran relawan kemanusiaan yang dikirimkan serta adanya bantuan donasi dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban.

"Kami sungguh merasa senang sekaligus terharu melihat antusiasme dan semangat dari teman-teman yang tergabung dalam tim relawan medis ini," ungkapnya.

Dia menilai bahwa memang sebagai pemuda Indonesia harus terlibat memberikan kontribusi kongkrit dalam hal membangun keja-kerja kemanusian.

"Selamat bertugas kawan semoga apa yang kalian perbuat menjadi amal jariah dan berguna untuk kemanusiaan. Jayalah pemuda Indonesia," tuturnya.

Direktur Lembaga Bantuan Kesehatan (LBK) KNPI Sulsel, dr Zulfikar Khalil Novrinasyah mengatakan, tim medis ini akan berada di lokasi selama tujuh hari mendatang dengan memasang tenda posko.

"Tim medis ini akan berkoordinasi dengan tim medis di sana. Jadi titik fokusnya adalah terlebih dahulu akan melihat data korbannya yang mana sangat membutuhkan bantuan medis sehingga hal ini akan dieksekusi secepatnya," tambahnya.

Disamping itu pula tim medis ini menurut dr Zulfikar, akan membawa bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai dan bantuan lainnya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar